Tahun 1998 kita kenal dengan krisis ekonomi yang hampir bersamaan dengan lengsernya pak Harto. Mungkin rekan-rekan masih ingat betapa krisis ekonomi 10 tahun lalu itu berdampak ke berbagai sektor/bidang kehidupan, bahkan dampak politiknya ikut mengantarkan pak Harto lengser dari presiden.
Harga-harga banyak yang naik, inflasi sangat tinggi waktu itu. Salah satu sebabnya mungkin juga karena “kurang tepat” pengurusannya oleh penguasa saat itu. Apakah hal ini akan terjadi lagi setelah 10 tahun lewat? Beberapa kebijakan pemerintah saat ini dirasa akan lebih banyak menyangsarakan rakyat dibanding keuntungannya sebagaimana kebijakan pemerintah 10 tahun yl ketika itu. Harga minyak dunia saat ini hampir “tak terkendali” yang juga jadi alasan utama pemerintah menaikan harga BBM. Kebijakan pemerintah mengalihkan konsumsi minyak tanah menjadi Gas ELpiji, tetapi mungkin karena “salah urus”, ternyata Gas Elpiji juga jadi susah dicari dan seringkali ikut-ikutan naik juga.
Hmmm..semoga masyarakat kita tidak gampang menyerah dengan keadaan & semoga menjadi lebih kreatif & inovatif dalam berkehidupan di negeri ini. Karena kita tidak bisa mengandalkan kepada pemerintah yang didalamnya banyak orang-orang tidak peduli. Semoga semua elemen sadar dan instrospeksi diri untuk selanjutnya segera bangkit agar negeri ini tidak semakin terpuruk.
Kategori: Personal
yang berkaitan: krisis ekonomi
Sabtu, 28 Juni 2008 yl saya menghadiri undangan wisuda di Universitas Pamulang (UNPAM). Selayaknya acara wisuda, ada prosesi wisuda, sambutan-sambutan, orasi ilmiah dan juga penghargaan-penghargaan. Ketika mengikuti acara itu, beberapa membuatku terharu. Terus terang, aku ini termasuk orang yang gampang terharu dan meneteskan air mata ketika menyaksikan orang-orang yang “kurang beruntung” tetapi tetap berjuang dan tidak menyerah dengan keadaan.
Mulai sambutan wakil wisudawan yang menceritakan perjuangannya selama kuliah bahwa tidak diperoleh dengan mudah. Di akhir kesan-kesannya, beliau menyampaikan sebuah pantun “Bila ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi, bila ada umur kami panjang boleh kita kuliah lagi”.
Pak ketua Yayasan pada sambutannya menyampaikan bahwa UNPAM ini ingin menjawab keinginan sebagian besar masyarakat yang ingin kuliah, bahwa kuliah itu tidak hanya dapat dimonopoli oleh orang-orang kaya (karena sebagian besar Universitas di negeri ini memang terkesan tidak terjangkau oleh orang-orang “pinggiran”). UNPAM ini ingin menjawab orang-orang yang punya keinginan dan kemampuan (secara intelektual) tetapi terkendala dengan biaya yang cukup “mahal” jika akan kuliah.
Yang paling membuatku terharu adalah adanya penyematan “peniti emas” kepada seorang mahasiswi yang dianggap sangat ulet/gigih dalam perjuangannya mengikuti kuliah di UNPAM. Diceritakan bahwa mahasiswi tersebut adalah seorang pemulung yang tempat tinggalnya cukup jauh dari UNPAM. Untuk berangkat kuliah, dia selalu menumpang truk sampah (karena tidak punya ongkos jika naik angkutan umum). Di waktu istirahat kuliah, dia jarang sekali bergabung dengan teman-temannya untuk makan siang di kantin/warung dekat kampus (karena sering tidak punya uang sekedar untuk makan). Untuk mengatasinya, dia selalu berbekal air yang cukup banyak, ketika lapar, dia mengisi perutnya dengan air.
Kategori: Pendidikan · Personal
yang berkaitan: UNPAM, wisuda
Akhirnya dapat tiket juga untuk pulang kampung
setelah proses booking tiket online melalui internet sekitar 1 minggu ini.
Hah…?? masak booking tiket online sampai memakan waktu begitu lama? bukannya malah cepat? Gak seheboh itu sih.., soalnya dalam 1 minggu itu saya tidak kontinu internet online terus.
Saya memang baru kali ini mencoba booking tiket (pesawat) online, soalnya sebelum-sebelumnya kalau pergi segala sesuatunya (mulai tiket, hotel, dll) pasti sudah diurusin sama kantor :).
Kebetulan di waktu anak libur sekolah, adiku akan melangsungkan pernikahan. Makanya saya merencanakan pulang kampung bersama anak-anak.
Aku pikir, pesen tiket online ini sangat mudah, tapi ternyata cukup rumit juga. Mulai koneksi paymentnya yang sering gagal (sehingga batas waktu yang diberikan untuk bayar terlewat) yang akhirnya harus pesen ulang lagi yang memungkinkan harganya berubah, sampai kartu kredit yang dianggap invalid, dll. Akhirnya akubaru bisa menyelesaikan setelah pesen lewat internet dan bayarnya lewat ATM.
Kategori: Personal · Teknologi Informasi · Teknologi Informatika
yang berkaitan: ATM, kartu kredit, online, pesan tiket, pesawat
Tulisan berikut ini, saya ambil dari detikinet.
Betapa orang-orang yang dipandang sukses oleh sebagian besar manusia, ternyata kebanyakan mempunyai nilai-nilai “spiritualitas” yang cukup. Mereka akan bahagia jika dapat membuat orang lain bahagia, seperti mengeluarkan sebagian harta & jiwa raganya untuk amal.
Salam,
Redmond, Washington - Bill Gates tak kuasa membendung air mata saat berpamitan dengan rekan-rekannya di Microsoft. Terhitung tanggal 27 Juni 2008 waktu Amerika Serikat, atau hari ini (28/6) waktu GMT+07:00, adalah hari terakhir Gates bergelut dengan kesibukan di Microsoft, demikian seperti dikutip detikINET dari Xinhua, Sabtu (28/6/2008).
Tentunya setelah sekian tahun berjuang membesarkan perusahaan software yang dirintisnya dengan teman kecilnya, Paul Allen di tahun 1975, ada banyak kenangan manis dan pahit yang mereka alami.
“Tidak ada hari dalam hidupku, dimana aku tidak memikirkan Microsoft, hal-hal besar yang sedang dilakukan dan ingin membantu,” ujar Gates sambil berlinang air mata saat berpamitan di markas besar Microsoft, Redmond, Washington.
Selepas dari Microsoft, Gates akan lebih berkonsentrasi pada Bill & Mellinda Gates Foundation, yayasan amal terbesar di dunia yang dia bangun bersama istrinya di tahun 1994. Pasangan yang diperkirakan memiliki kekayaan sebesar USD 58 miliar-mayoritas adalah saham di Microsoft-, akan menyumbangkan sebagian besar kekayaan tersebut bagi yayasan amal mereka.
Kategori: Keagamaan · Pendidikan · Personal
yang berkaitan: Bill Gates, Microsoft, Spiritualitas, Yayasan amal
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
hehehe..setelah sebelumnya diingatkan Hudzaifah tentang kegiatan “Kampung Belajar” ini, kembali saya coba menyampaikannya di blog ini.
Minggu-minggu saat liburan sekolah di “Kampung Belajar” memang agak berbeda dari biasanya. 2 pamong utama yang “biasanya” menjadi andalan tidak bisa bergabung dalam kegiatan kali ini. Pak Abu dapat tugas dari sekolah untuk melakukan “studi banding” di negara-negara tetangga (Singapura dan Malaysia), sedangkan pak Romlan juga mendapat tugas mendampingi anak-anak didiknya dalam rangka “pertukaran pelajar” di Jepang selama 2 minggu. Anak-anak juga sebagian pulang kampung ke kakek/neneknya, karena di Lambah Pinus “Kampung Belajar” kami ini sebagian besar penghuninya adalah para pendatang.
Walaupun demikian, kami berusaha istiqomah untuk tetap menjalankan kegiatan ini. Sistem akan dibuat sedemikian rupa sehingga semua kegiatan di Kampung Belajar ini dapat tetap berjalan. Sebagai contoh, kegiatan “Belajar terjemah Alqur’an cepat” yang dilakukan tiap sabtu ba’da subuh. Selain pengajar utama (pak Abu/pak Nurjono), juga dicadangkan 3 orang pengganti. Jika mereka berhalangan semua, maka akan tetap dilakukan dengan diskusi para peserta, setidaknya kita dapat mengulang apa yang telah disampaikan sebelumnya. Inilah yang terjadi pada Sabtu (28Juni200
kemarin. Demikian juga dengan kegiatan-kegiatan yang lain, termasuk kegiatan anak-anak tiap ahad subuh ini.
Khusus untuk kegiatan anak-anak pada Ahad pagi (subuh s/d jam8), kami memang belum menemukan semacam “kurikulum” yang integral dan pas, sehingga terkesan kegiatan-kegiatan yang dilakukan terkesan dadakan, kegiatan untuk pertemuan minggu depan baru dibicarakan 1 minggu sebelumnya bahkan kadang 1 atau 2 hari sebelumnya, ini juga karena kesibukan masing-masing pamong. hal ini diakui oleh beberapa pamong yang “sering” terlibat. Kadang sedikit masalah dana (terutama untuk makanan anak-anak), kadang juga menjadi “semacam” kendala. Barangkali ada dari pembaca yang punya ide mengenai “kurikulum”/materi-materi yang dapat disampaikan, boleh juga, kami menerima saran-saran dan masukan. Juga mungkin ada yang ingin berpartisipasi dengan memberikan materi/ceramah/pelatihan, baik untuk anak-anak, remaja, maupun dewasa, kami akan terbuka dan senang sekali.
Kembali ke kegiatan Gerakan Subuh Berjamah, pada Ahad (29Juni200
kemarin, semula direncanakan diputarkan VCD tentang IPTEKnya Harun Yahya (tentunya dengan penjelasan-penjelasan yang pas untuk usia anak-anak). Tetapi ternyata salah-satu pamong yang akan meminjam infocus dari sekolahnya, lupa membawa pada sabtu sorenya. Syukurlah pak Uwes (yang juga seorang dosen dan trainer MSDM) punya materi untuk disampaikan ke anak-anak.
Pak Uwes kali ini menyampaikan materi tentang “Dahsyatnya otak manusia”. Sebagaimana yang saya sampaikan diatas, karena saat ini dalam kondisi liburan sekolah, maka anak-anak yang mengikuti kali ini tidak sebanyak biasanya. Tetapi, alhamdulillah ada 50 anak-anak yang ikut (dari biasanya yang bisa mencapai 80 anak).

Materi ini juga yang telah disampaikan pak Uwes kepada anak-anak yang telah bersilaturrahmi ke rumah beliau. Untuk sekedar diketahui, sudah hampir 1 bulan ini telah dilakukan program “JAULAH”, yaitu program dimana anak-anak (dengan didampingi kakak pendamping) bersilaturrahmi ke “tokoh-tokoh” di Kampung Belajar. Ada 20 tokoh dengan “keahlian” masing-masing: ada ahli lingkungan, ahli jurnalistik, ahli sains, ahli MSDM (pak Uwes ini), ahli olah raga, dll., saya sendiri diamanati sebagai “ahli” ICT (je ileh..hehe..). Anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok, tiap kelompok akan mengunjungi tokoh-tokoh tertentu yang pada gilirannya nanti akan kebagian semua. Agar anak-anak tidak bosan, program “JAULAH” dilaksanakan dalam 1 bulan maksimal 2 kali.
Pak Uwes menyampaikan materi sampai jam 06:00. Setelah itu dilakukan kegiatan outbond (di luar masjid), diawali dengan senam irama, kali ini dipimpin kak Said & pak Uwes.

Setelah itu dilanjutkan dengan permainan kelompok yang melatih anak-anak bekerja dalam sebuah tim agar tujuannya tercapai, yaitu anak-anak dengan timnya diminta membuat jembatan agar teman mereka dapat melewati jalan dengan cepat. Acara permainan berikutnya adalah mengenalkan anak-anak dengan lingkungan dan tanaman dengan cara, tiap-tiap kelompok diminta mencari daun-daun yang telah ditetapkan (ada 4 jenis daun).

Kemudian, anak-anak disuguhi makanan jagung rebus&pisang rebus, juga tidak lupa tek manis anget :). Diakhir acara, kita bersih-bersih masjid: menyapu, ngepel, membersihkan kaca, dll.

Kategori: Kampung Belajar · Keagamaan · Pendidikan
yang berkaitan: anak-anak, bersih-bersih, jaulah, Kampung Belajar, kebersihan, kegiatan, kurikulum, liburan sekolah, lingkungan, Masjid, silaturrahmi, subuh berjamaah, tanaman
Hmm…kurang tau, kenapa tiba-tiba aku seneng mengikuti berita-berita politik terutama masalah moral bangsa ini.
Ikut tersentil juga secara spontan dalam hati, ketika pak Amin Rais berkomentar dan meminta mundur Hendarman Supandi (Jaksa Agung saat ini). Sepertinya pak Amin ini yang selalu awal-awal “getol” meminta pejabat-pejabat tinggi untuk mundur/mengundurkan diri, mulai pak Harto, pak Habibie, Gus Dur, maupun pejabat-pejabat tinggi lainnya. Dan Pak Amin ini seringkali menambahkan pernyataannya dengan “ditulis dengan tinta emas” atau sebangsanya. Tapi kenyataannya apakah begitu??
Mohon ma’af ya pak Amin. Saya sendiri termasuk senang dengan kritikan pak Amin untuk membangun bangsa ini. Segala sesuatu yang dapat menjadikan negeri ini lebih bermanfaat, saya termasuk yang senang sekali. Tapi untuk komentar pak Amin yang satu itu, gak tau, saya semacam tersentil aja, dari tahun ke tahun, muncul komentar seperti itu :).
Salam,
Kategori: Pendidikan · Personal · Teknologi Informasi · Umum
yang berkaitan: Amin Rais, Gus Dur, Habibie, Hendarman Supandi, Jaksa Agung, mundur jabatan, pejabat tinggi, Soeharto, tinta emas
Weleh.., banyak banget berita tentang ini. Orang-orang beramai-ramai ingin punya ringtone rekaman percakapan Artalyta-Kiemas. Rekaman tersebut merupakan hasil sadapan telepon oleh KPK.
Teknologi khususnya teknologi ICT, sepertinya memang banyak berperan dan membantu dalam pemberantasan korupsi yang sudah cukup kronis di negeri ini. Sedikit teknologi ICT (dalam hal ini penyadapan telepon) saja sudah cukup membantu pemberantasan korupsi, belum teknologi-teknologi ICT lainnya. Cukup banyak teknologi ICT ini yang dapat menjadi alat bantu ikut memberantas korupsi.
Sekedar saran/usulan ke instansi terkait (mungkin KPK, Kejaksaan, Kepolisian, dll.), sepertinya telah banyak putra-putri negeri ini sendiri yang cukup punya “potensi”/”keahlian” dalam bidang ICT tersebut, sehingga “mungkin” bisa saja teknologi/sistem-sistem tersebut dapat didevelop/dikembangkan sendiri. Sehingga anggaran/biaya pengadaan alat-alat/sistem pendukung tersebut yang miliaran/puluhan miliar bahkan jauh lebih besar dari itu yang keluar negeri bisa & saya kira (untuk beberapa teknologi) sudah layak dikembangkan sendiri dengan biaya yang jauh lebih murah & lebih membuat putra-putri negeri ini lebih kreatif & inovatif dalam teknologinya.
Kategori: Personal · Teknologi Informatika
yang berkaitan: Artalyta Suryani, ICT, rekaman telepon, ringtone, Teknologi
Dalam bepergian (berangkat kerja, jalan-jalan bersama keluarga, dll.) di wilayah Jabodetabek, saya sering menggunakan motor sebagai alat transportasinya.
Seringkali saya menjumpai orang-orang yang mengendarai mobil dengan santainya membuang abu rokoknya keluar lewat jendela mobilnya. Terus terang, saya termasuk yang tidak suka kepada orang-orang seperti itu. Seolah-olah terlihat perilaku tidak memperdulikan terhadap sesama pengguna jalan, terutama kepada orang yang naik sepeda ataupun sepeda motor. Bagaimana jika abu tersebut mengenai mata pengendara motor di samping/belakangnya? bisa berakibat fatal kecelakaan kan?
Kategori: Pendidikan · Personal
Kebetulan hampir 1 minggu ini aku diminta bantuan oleh Program Studi (Prodi) untuk ikut membantu mempercepat proses penyediaan data untuk evaluasi program studi (evaprodi) yang akan disampaikan ke DIKTI dengan cara “otomasi” migrasi data yang terdapat di DataBase(DB) aplikasi yang lama ke aplikasi yang baru. Karena dari perkiraan, jika dikerjakan migrasi biasa (manual entri) maka waktu yang disediakan tidak akan cukup terkejar.
Info yang saya dapat bahwa untuk migrasi data tersebut, DIKTI tidak menyediakan toolnya sehingga harus dilakukan entry data ulang ke aplikasi versi yang baru (dari DIKTI). Hmm..padahal data-data yang telah dientrykan ke aplikasi versi sebelumnya sudah cukup banyak. Aplikasi dari DIKTI itu kalau tidak salah namanya “SIMPATI”, yang mungkin merupakan singkatan dari “Sistem Informasi Perguruan Tinggi”.
Tool berikut semoga dapat membantu mempercepat. Saya sendiri melakukan migrasi data tersebut cukup dalam waktu 1 hari dengan bantuan tool tersebut, bandingkan jika dilakukan entry ulang yang perkiraan waktunya bisa mencapai 3-4 minggu. Nama toolnya DBF Viewer, saya mengunakan versi trialnya yang dapat digunakan dalam 30hari.
Tool tersebut dapat di download disini :http://www.dbf2002.com/
Semoga dapat membantu, Salam.
Kategori: Pendidikan · Personal · Teknologi Informatika
yang berkaitan: Aplikasi SIMPATI, DIKTI, evaluasi program studi, Perguruan Tinggi, tool migrasi data
Seperti biasa, tiap tahun di kampung-kampung diadakan peringatan Kemerdekaan RI, tidak terkecuali tahun ini. Kebetulan aku diminta bantuan untuk jadi salah satu panitia untuk peringatan Kemerdekaan tahun ini di kampungku.
Barangkali ada yang berminat jadi donatur atau sponsor, proposalnya dapat di download disini
:<Proposal peringatan-hari-kemerdekaan-ri_rt03rw23 2008
Juga barangkali ada yang ingin mencontoh template/proposalnya, silahkan saja.
Kategori: Kampung Belajar · Personal
yang berkaitan: HUT RI, Kemerdekaan, Peringatan, proposal