Masukan dari Januari 2008
Berdasarkan pengalaman sendiri, estimasi perangkat lunak dapat meliputi:
1. Estimasi waktu (berapa lama pengembangan perangkat lunak akan diselesaikan)
2. Estimasi sumber daya manusia (resource), yaitu butuh beapa orang untuk menyelesaikan perangkat lunak tersebut
3. Estimasi biaya, yaitu berapa biaya yang dibutuhkan untuk mengembangkan perangkat lunak tsb.
Beberapa metoda software estimation yang pernah saya tahu antara lain: LOC (Line of Code), COCOMO, dan Function Point. Saya sendiri, terakhir-terakhir ini sering menggunakan Function Point untuk estimasi software yang akan kami kembangkan.
Function point merupakan metoda dengan memberikan bobot (poin) tertentu dari suatu fungsi. Kita musti dapat membreakdown fungsi-fungsi sampai level terkecil (tidak dapat dibreakdown lagi) dari aplikasi yang akan dikembangkan. Kemudian kita mengkategorikan fungsi-fungsi itu kedalam input, output, query, dsb untuk selanjutnya diberikan bobot/poin sesuai dengan kompleksitas fungsi tersebut. Berdasarkan pembobototan tersebut, kita dapat mengestimasi kebutuhan Orang Bulan (Man Month) untuk mengembangkan suatu aplikasi. Kemudian dengan formula tertentu, kita akan dapat mengestimasi berapa lama dan kemudian memetakan ke fase-fase SDLC dan memetakan kebutuhan orangnya dalam fase-fase SDLC tersebut.
Effort estimation tools, bisa klik disini.
Semoga bermanfaat.
Salam,
Ims
Kategori: Teknologi Informatika
Pernah dengar yang namanya “Software Crisis”? yang saya tahu, itu merupakan bentuk kegagalan dari pengembangan suatu software/aplikasi. Kegagalan itu disebabkan oleh bermacam-macam faktor dimana menurut saya yang paling banyak/utama berperan dalam kegagalan itu adalah karena aplikasi tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna. Baik menyangkut kebutuhan budgeting, kebutuhan penggunaanya sendiri, kebutuhan pengembangan/modifikasi berikutnya, dll.
Kita mungkin sudah tahu SDLC maupun fase-fase yang terdapat didalamnya. Agar suatu aplikasi yang akan dikembangkan itu berhasil dan berdaya guna (dalam arti sesuai dengan kebutuhan pengguna), salah satu faktor penting adalah terdapatnya dokumentasi yang baik dan terlacak (traceability) yang menyertai pengembangan software tersebut. Dokumentasi ini meliputi dokumentasi Perencanaan (SDP=Software Development Plan) ketika fase perencanaan, dokumentasi requirements analysis (SRS=Software Requirements Specification, dan IRS=Interface Requirements Specification), dokumentasi parancangan (SDD=Software Design Document), dokumentasi pengujian (STP=Software Test Plan, STRp=Software Test Report), juga dokumentasi yang berhubungan dengan produknya (SUM=Software User Manual, SPS=Software Product Specification, VDD=Version Description Document), dll. Dokumentasi tersebut mengacu pada DoD-STD-2167A dan MIL-STD-498. Bisa juga mengacu ke yang lain, saya sendiri terbiasa menggunakan standard tersebut.
Semoga berguna.
Salam,
Ims
Kategori: Teknologi Informatika
Pengajian rutin Bapak-Bapak Lb. Pinus Pamulang, edisi 13 Januari 2008
Materi : Akhlak, oleh: Bpk. ust. Abu Hurairah.
Dinukil dari sebuah Hadits Qudsi (merurut ustad yang menyampaikan), bahwa sesungguhnya kebaikan seberapun besarnya dan keburukan/kejahatan seberapun besarnya tidak berpengaruh sama sekali terhadap kuasa Allah. Andaikata seluruh makhluk dari awal jaman sampai akhir jaman kebaikannya setara dengan makhluk yang paling baik/mulia (katakanlah Nabi Muhammad), maka hal itu tidak berpengaruh dengan kuasa Allah. Begitu juga sebaliknya, andai saja seluruh makhluk dari awal jaman sampai akhir jaman kejahatannya setara dengan makhluk yang paling jahat (katakanlah Firaun), maka hal itu juga tidak berpengaruh terhadap kuasa Allah.
Perumpamaan Allah memberikan semua keinginan seluruh mahkluknya adalah seperti memasukan jarum yg sangat kecil kedalam samudara yang luas, ketika jarum itu diangkat maka sisa airnya itu sangat kecil sekali dibanding air seluas samudra tsb.
Salam,
IMS.
Kategori: Kampung Belajar · Keagamaan
Tak terasa aku sudah hampir 4 tahun tinggal di Perumahan di daerah Pamulang. Ketika peringatan 1 Muharam kemarin, sekaligus dicanangkan sebagai “Kampung Belajar”. Diharapkan menjadi kampung yang kondusif buat belajar di berbagai bidang.
Di Kampungku itu terdapat sekitar 500 rumah/KK, rata-rata masing-masing KK terdiri dari 4 anggota keluarga (Ayah, Ibu, dan 2 orang anak). Artinya ada sekitar 2000 penduduk, dimana 1000 diantaranya adalah usia pelajar. Tetapi memang belajar itu tidak mengenal usia, sebagaimana Sabda Rasul: “Belajar itu mulai dalam kandungan sampai masuk liang kubur”. Makanya kami di Kampung itu bertekad agar menjadikan kampung tsb merupakan Kampung Belajar bagi siapa saja, terutama generasi-genarasi pelajar.
Sekarang lagi disusun beberapa program kerja agar Kampung itu menjadi Kampung Belajar. Pengajian Bapak-bapak & Ibu-ibu sudah berjalan seminggu sekali, kumpulan remaja masjid juga telah terbentuk. Akan dibentuk/diharapkan nantinya ada sekitar 99 posko belajar depan rumah tertentu, dimana tiap hari sabtu and/or minggu (hari libur sekolah) tiap”posko tersebut ada kegiatan belajar dimana masing” posko punya tema/topik bahasan masing-masing, tiap periodenya nantinya pesertanya bergerak dari satu posko ke posko yang lain secara sistematis.
Semoga bisa bermanfaat.
Salam,
Imam MS
Kategori: Kampung Belajar · Keagamaan · Personal