Arsip Bulanan: Februari 2008

Gak nyaman, jika belum bisa memenuhi hak orang lain

Sewajarnya tertanam dalam diri kita merasa gak betah, gak nyaman serta resah & gelisah jika belum bisa memenuhi hak orang lain yang menjadi kewajiban kita.

Seorang bos/atasan/pengusaha kelas kecil misalnya, karena suatu hal, pembayaran yang dijadwalkan bisa diterima awal bulan dari klien untuk membayar hak-hak karyawan, belum bisa diterima sampai akhir bulan. Seketika ada tanda-tanda seperti itu, bos tersebut harus memikirkan beberapa orang dibawahnya yang menjadi tanggungannya, bagaimana ya cara membayar hak mereka? jangan sampai hak mereka terlambat dll.

Seorang pemimpin/atasan harus siap berkorban untuk memenuhi hak-hak orang yang dipimpinnya. Contoh diatas misalnya, bos tersebut harus mencari cara semaksimal mungkin, misal pinjam sana pinjam sini dll agar dapat segera memenuhi kewajibannya.

Jika kita merasa tidak nyaman belum bisa memenuhi hak orang lain yang menjadi kewajiban kita, maka orang lain tentunya akan berbuat yang sama dengan kita.

Setiap perilaku makhluk pasti tidak akan luput dari monitoring Allah

Setelah mengulas sedikit apa yang disampaikan pak Abu pada tausiah subuh minggu yl tentang tanggungjawab, aku jadi terlintas tentang suatu hal. jika seseorang berbuat kebaikan maka Allah akan membalas dengan melipatgandakan, bisa 10x lipat, 700x lipat atau bahkan lebih. “Man jaa’a bil hasanati falahu ‘asyru amtsaliha”, “matsalulladziina yunfiquu fii sabiilillahi kamatsali habbatin anbatat sab’a sanaabila fii kulli sunbulatin mi’atu habbah….”. Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap kamu akan diminta pertanggungjawaban terhadap yang kamu pimpin. “Kullkum ra’in wakullukum mas’ulun ‘an ra’iyatih…”.

Aku jadi terlintas juga surat yasiin ayat 65: “Pada hari ini kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan”. Itu juga yang menjadi beberapa bait lagunya Chrisye kan? Juga beberapa ayat yang menjelaskan bahwa Allah mengetahui segala sesuatu yang kita perbuat. Bahwa kita berbuat sekecil apapun tidak luput daribalasan Allah.

Tangan berkata, kaki bersaksi bagi manusia jaman sekarang ini sudah tidak aneh lagi. Dalam persidangan, mulut-mulut para pelaku itu seperti dibuat bungkam dengan adanya sidik jari yang bisa lebih menjelaskan tentang apa yang mereka perbuat. Para penyidik dengan teknik-teknik investigasi tertentu juga seringkali bisa mengungkap suatu kasus lewat tangan yang berbicara dan kaki yang bersaksi.

Aku jadi teringat, beberapa kali aku terlibat dalam proyek pengembangan “Real Time Application” terutama untuk monitoring sesuatu. Dulu ketika aku bekerja sebagai Instrumentation & Data processing Engineer di divisi Flight Test Center suatu perusahaan penerbangan. Dimana suatu pesawat terbang yang akan di uji, setiap titik-titik tertentu dipasangi sensor, sehingga setiap gerak-gerik pesawat tersebut dapat dimonitor di Mission Operation Center Room (MOCR). Tidak hanya dimonitor secara visual tentunya sampai detail data-datanya (ketinggian, pergerakan flap, aeleron, elevator, dsb). Sebagai contoh, sebuah pesawat CN235 bisa ribuan parameter yang dapat dimonitor.

Dengan teknologi GPS (Global Positioning System. Hmm..jadi ingat Skripsiku tahun 1996 yl tentang GPS ini, sayang softcopynya gak ada)  maupun LBS (Location Base Service), kita juga dengan mudah dapat mengetahui posisi/lokasi sesuatu/seseorang. Konon Tommy Soeharto waktu itu ketangkap setelah handphone (HP)nya dilacak dengan teknologi LBS ini, bener gak ya? Tapi terlepas dari itu, jika kita mengetahui noHP seseorang, maka dengan sangat mudah akan dapat ditemukan keberadaan seseorang tersebut. Jadi melacak keberadaan penjahat-penjahat bisa cukup mudah.

Teknologi manusia saja canggih begitu, apalagi teknologi Allah…

Mg ke-4 Kampung Belajar : Tanggung jawab & ta’arruf

Sebagaimana biasa, kegiatan kampung belajar dimulai dengan sholat subuh berjama’ah. Pada minggu ke-4 kegiatan kampung belajar ini, diikuti oleh kurang lebih 100 jama’ah dengan jumlah anak-anak ada 53 anak.

Tausiah kali ini diisi oleh Ust. Abu Hurairah yang menjelaskan tentang tanggung jawab. Mula-mula disampaikan bahwa kebaikan yang dilakukan seseorang itu akan mendapat balasan yang berlipat ganda dari Allah 10x lipat atau bisa 700x lipat atau bahkan lebih. Salahsatunya (mungkin) beliau mengambil acuan QS Albaqarah 261 berikut:

Al-baqarah 261

Kemudian beliau menjelaskan (dengan mengacu Hadits) bahwa setiap orang adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang dipimpinnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin, seorang perempuan adalah pemimpin, seorang suami adalah pemimpin, seorang istri adalah pemimpin, seorang hamba sahaya adalah pemimpin.

(saya rasa) Hadits yang dimaksud adalah Hadits riwayat Ibnu Umar r.a berikut (Terjemahan saya ambil dari Albayan, thanks to Pak Jono yang membantu instlall AlBayan) :

Hadits 1084

“1084 Hadis Ibnu Umar r.a: Diriwayatkan daripada Nabi s.a.w katanya: Baginda telah bersabda: Kamu semua adalah pemimpin dan kamu semua akan bertanggungjawab terhadap apa yang kamu pimpin. Seorang pemerintah adalah pemimpin manusia dan dia akan bertanggungjawab terhadap rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin bagi ahli keluarganya dan dia akan bertanggungjawab terhadap mereka. Manakala seorang isteri adalah pemimpin rumah tangga, suami dan anak-anaknya, dia akan bertanggungjawab terhadap mereka. Seorang hamba adalah penjaga harta tuannya dan dia juga akan bertanggungjawab terhadap jagaannya. Ingatlah, kamu semua adalah pemimpin dan akan bertanggungjawab terhadap apa yang kamu pimpin“.

Kemudian pak Abu memberi contoh-contoh tentang bentuk tanggungjawab, diantara meletakkan sesuatu pada tempatnya. Jangan sampai tiap mencari sesuatu kita kebingungan sehingga membutuhkan waktu yang lama. Misalnya kita akan memotong kuku, kemudian mencari gunting kuku itu sampai 10 s/d15menit (misalnya), itu baru satu hal, bagaimana jika dalam sehari kita mencari sesuatu itu sampai 10 or 15 barang, berapa banyak waktu yang terbuang dalam sehari itu? berapa juga jika dalam 1 bulan, 1 tahun, dst.

Setelah Tausiah, kemudian anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok, dimana tiap kelompok ada 2 or 3 orang pembina/pamong. Tujuannya adalah untuk mengekplor lebih jauh mengenai tanggungjawab tersebut & implementasinya dalam kehidupan sehari-hari bagi anak.

Acaranya berikutnya adalah permainan lempar bola dalam rangka ta’arruf, agar antar anak/santri saling mengenal satu sama lain. Santri diminta membuat formasi lingkaran & pembina berada ditengahnya sambil membawa bola (ukuran bola tenis). Pembina melempar bola tersebut ke salah seorang santri, santri yang menerima lemparan bola kemudian memerkenalkan diri (nama, alamat, idola, dll). Setelah semua kebagian lemparan bola (telah memperkenalkan diri), kemudian pembina menunjuk salah seorang santri untuk berada ditengah, santri tsb kemudian melemparkan bola ke teman-teman yang telah dikenalnya, semakin banyak kenalannya maka semakin dapat penghargaan dari pembina.

Acara berikutnya adalah sarapan/makan pagi dengan hidangan sederhana bervariasi & bergizi yang telah disediakan oleh ibu-ibu kompleks/kampung tentunya :) . Akhirnya serangkaian kegiatan Subuh berjama’ah selesai sekitar jam 07:30.

Kegiatan berikutnya, acara rutin pengajian/diskusi orangtua (bapak-bapak & ibu-ibu) ba’da maghrib. Sebenarnya yang mengisi/memberikan materi kali ini adalah jadwalnya ust. Ridwan, tetapi karena beliau berhalangan hadir maka diganti oleh ust. Abu Hurairah. Berikut sedikit ringkasan yang disampaikan (seingat saya tentunya, maklum sudah beberapa hari yl, baru sempat edit lagi :) ). Kalau tidak salah, materi yang disampaikan beliau untuk pengajian orangtua ini mengacu pada kitab “Nashaihul Ibad”.

Beliau menyampaikan dengan mengutip dari kitab tsb bahwa tidak ada hal yang lebih baik dari 2 hal berikut, yaitu: iman kepada Allah, dan bermanfaat bagi sesama muslim. Ini menegaskan bahwa iman itu harus diimplementasikan dengan amal, begitu juga sebaliknya amal harus dilandasi dengan iman.

Jika seseorang mengaku beriman tetapi tidak ada bukti berupa amal, maka iman itu palsu. Dicontohkan bahwa iblis itu merupakan makhluk yang percaya adanya Allah, karena iblis itu pernah berdialog dengan Allah (sudah barang tentu, dia percaya adanya Allah. bahkan kepercayaan iblisakan adanyanya bisa jadi melebihi kita). Tetapi iblis tidak membrikan bukti berupa amal sholeh.

Demikian juga sebaliknya, jika seseorang dalam hidupnya banyak/selalu memberi manfaat kepada orang lain tetapi tidak dilandasi dengan iman, maka itu sebagaimana fatamorgana.

“Kasihanilah orang-orang di bumi, niscaya akan mengasihani kamu orang-orang di langit”.

Rencana Pengembangan Perangkat Lunak

Sebagaimana yang pernah saya tulis sebelumnya, saya (secara bertahap) akan menampilkan/mengulas mengenai proses-preses dalam SDLC lengkap dengan contoh dokumentasinya. Kebetulan setelah saya cek, ada dokumentasi yang pernah saya buat (beserta tim tentunya) yang sifatnya bukan rahasia (confidential)  yang menurut saya bisa dijadikan contoh bacaan/pelajaran. Pada kesempatan awal ini, saya ingin menjelaskan dulu tentang Rencana Pengembangan Perangkat Lunak (RPPL).

RPPL atau dalam bahasa inggrisnya adalah Software Development Plan (SDP) merupakan hal awal yang harus dilakukan ketika akan mengembangkan suatu perangkat lunak. Hal-hal yang bisa dijelaskan/dilakukan dalam RPPL adalah:

  1. Gambaran umum proyek/sistem (System Overview)
  2. Rencana Manajemen Pengembangan Perangkat Lunak (Software Development Management)
  3. Rencana Teknis Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering)
  4. Rencana Pengujian Perangkat Lunak (Formal Qualification Testing)
  5. Rencana Evaluasi Produk Perangkat Lunak (Software Product Evaluation)
  6. Rencana Manajemen Konfigurasi (Software Configuration Management)

Contoh dokumen SDP dapat diklik pada link berikut Software Development Plan.

Masalah Finansial/keinginan/kebutuhan dalam rumah tangga

Dulu ketika awal-awal tahun masa pernikahan, gaji (penghasilan) sang suami yang Rp. 1 juta itu menjadi masalah dalam keluarga. Sang suami merasa bahwa penghasilan tersebut sudah cukup untuk keluarga sekelas mereka bahkan juga harus disisihkan untuk zakat infaq dan shodaqah juga karena telah cukup lumayan melewati nishabnya, sedangkan sang istri merasa penghasilan tersebut pas-pasan dan cenderung kurang. Sang istri berandai-andai : coba ya..penghasilan kita bisa Rp.1.5jt atau lebih, kan bisa beli ini, beli itu, buat ini, buat itu, dll. Sang suami : ya..semoga ya sayang..

Ketika beberapa tahun kemudian sang suami mendapatkan promosi di kantornya & penghasilannya bertambah menjadi Rp. 1.5jt. Sang suami merasa alhamdulillah, semoga bisa menutupi kekurangan-kekurangan yang ada, sedangkan sang istri merasa penghasilan tersebut masih kurang memenuhi kebutuhan keluarga. Kan sekarang-sekarang ini kebutuhan mulai banyak, kebutuhannya jelas beda dengan dulu, pergaulan juga berbeda. Sang istri berandai-andai : coba ya Mas..penghasilannya bisa lebih banyak lagi, setidaknya Rp. 2.5jt lah..kan bisa buat ini, itu, dll.., sang suami : ya..semoga ya sayangku..

Beberapa tahun kemudian, sang suami mendapat promosi lagi, sehingga penghasilannya menjadi Rp. 2.5jt. Sang suami : alhamdulillah akhirnya penghasilan bertambah juga, semoga dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Sedangkan sang istri tetap saja merasa kurang untuk memenuhi kebutuhan. Kan sekarang ada anak, nambah lagi anaknya hehe..perlu ini, perlu itu..biaya hidup juga mulai pada naik. Istri berandai-andai: coba gajinya bisa lebih lagi ya..bisa 3.5jt gitu lho Mas.., kan tawaran kerja diluar banyak tuh..dari pada disini gaji pas-pasan begini.. Suami : ya..diusahakan ya..semoga bisa terwujud..

Akhirnya sang suami memutuskan keluar kerja menerima tawaran kerja dengan salary yang lebih besar lagi. Ehem..penghasilan suami kemudian menjadi 3.5jt sesuai harapan. Setelah menikmati beberapa saat, lagi-lagi sang istri masih merasa pas-pasan. Kan sekarang ada cicilan ini, cicilan itu, buat ini buat itu, dll. “Coba aja penghasilannya bisa 5jt atau bahkan lebih, kan bisa beli ini beli itu, buat ini itu, dll.”

Tidak lama kemudian, sang suami mendapat promosi di kantor baru, penghasilannya menjadi 6jt bahkan ada penghasilan tambahan shg 7jt lebih. “Alhamdulillah…kesampaian juga..” kata suami. Setelah beberapa lama menikmati, sang istri kembali merasa ada pas-pasan & kurang aja buat mencukupi kebutuhan. “Anaknya kan banyak, buat cicilan ini itu, cicilan CC juga banyak tuh..” katanya. “coba deh..di posisi kamu spt ini, di tempat lain itu salarynya jauh lebih gede. kan banyak tawaran kerja tuh..gajinya juga jauh tuh dari yang skrg, 3x lipat lagi, kenapa sih gak diambil aja..”, dll. dll.

Akhirnya sang suami punya penghasilan lumayan juga yang lebih dari itu. Yang sebelumnya keluarga menikamati 6jt-an tiap bulan, sekarang-sekarang bisa menjadi 15jt-an. “Wow..sangat cukup untuk keluarga sekelas kita ya..” suami lagi-lagi merasa begitu. Tetapi kenyataanya, penghasilan tersebut tetap habis/dihabiskan saja dalam sebulan, padahal rencananya, bisa buat nabung masa depan si anak A, B, bahkan sampai D. Sang istri : ya..gimana lagi ya..sekarang kan kebutuhannya beda.

====

Dari cerita itu, memang kalau menuruti keinginan (lebih sebagai keinginan dan bukan kebutuhan kalau saya melihatnya), tidak akan habis-habisnya keinginan manusia itu. Makanya perlu syukur dan keikhlasan dari hati manusia tersebut agar hidupnya lebih seimbang dan bahagia.

Angka “keramat” dalam Algoritma & Pemrograman

Beberapa waktu yang lalu ketika dilaksanakan training & UAT suatu aplikasi untuk membantu pengadministrasian “Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)”, dimana sedikit banyak aku juga ikut terlibat sebagai IT Consultan didalamnya.

Suatu ketika ada contoh kasus memasukan data, si Trainer memberi contoh dengan memasukan (menginputkan) data ’9999′ sebagai nilai inputannya. Hmm..ternyata aplikasi tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Suasana berhenti sejenak, si Trainer agak sedikit berfikir “kenapa aplikasi jadi tidak jalan begini ya?” tanyanya. Saya jadi teringat tentang angka ’9999′ yang sering dijadikan sebagai Mark oleh sebagian designer/programmer. Sehingga saya mengusulkan untuk mengganti inputan tersebut dengan nilai selain ’9999′ itu. Akhirnya aplikasi berjalan normal kembali.

Ini mungkin salah satu kenapa dulu sekitar tahun 1999, santer/ramai terdengar bahwa pada tanggal 9 bulan 9 tahun 99 akan terjadi kiamat. Pada waktu ini komunitas pengguna komputer memang sudah mulai banyak dan mendunia. Kiamat karena hampir semua komunitas dunia di segala bidang kehidupan telah menggunakan komputer sebagai alat bantunya, dimana sebagian besar algoritma yang ada dalam aplikasi komputer tersebut diperkirakan menggunakan angka ’9999′ sebagai marking nya. Marking itu biasanya digunakan untuk pengulangan sampai dengan user memencet tombol tertentu:

WHILE (x != 9999) DO

Aksi

Sebenarnya nilai yang digunakan tidak harus ’9999′, tetapi merupakan nilai yang “aneh” yang jarang/kemungkinannya sangat kecil sekali orang memencet/menggunakan nilai tersebut sebagai nilai masukan.

Permainan : Hitung jumlah kejadian (Pengenalan konsep Kombinasi)

Permainan ini mengajarkan dan melatih anak-anak mengenai: imajinasi, logika, dan kemampuan berhitung. Sekaligus mengenalkan mereka konsep “Kombinasi”. Juga mengingatkan anak usia SD (yang telah mendapatkan pelajaran tentang Kombinasi).

Sebagaimana biasa, saya musti pandai-pandai mengajak anak-anak bermain (“sambil belajar” tentunya). Karena kebetulan di rumah cuma ada 2 notebook sedangkan jumlah anaku ada 4, jadi mereka sering berebutan main notebooknya. Sehingga 2 anak yang tidak kebagian notebook itu musti dihibur dengan permainan-permainan yang lain juga.

Kebetulan saya ketika menjalankan sholat maghrib, isya’, dan subuh akhir-akhir ini lebih sering berjama’ah di Masjid Babussalam (masjid di kampungku red). Ya..maksudnya sambil memberi contoh kepada anak-anak. Kebiasaan sholat jama’ah di masjid itu mulai mendapat perhatian dari anak-anaku. Setiap aku mau berangkat ke Masjid, mereka merenbgek pengen ikut juga. Apalagi ada kegiatan “Kampung Belajar” tiap hari minggunya juga. Jadi anak-anaku itu mengetahui kegiatan di masjid itu.

Tradisi di Masjid itu, setiap selesai sholat jama’ah + wirid, dilakukan salaman (jabat tangan) antar jama’ah.  Nah kegiatan inilah yang saya jadikan sebagai contoh kasus bermain dengan anak. Mereka saya coba berimajinasi dulu. Misalnya dari 2 jama’ah dulu, ada berapa kali salaman.

  • aku : sekarang dari yang sedikit dulu, jika jama’ahnya ada 2 orang, ada berapa kali salaman?
  • anak-anak: (dengan cepat menjawab) dua.
  • aku: hebat. sekarang kalau 3 orang?
  • anak-anak: (mulai berfikir dengan imajinasinya) tiga. Kan A dg B, A dg C, dan B dg C.
  • aku : bagus..bagus.. Sekarang kalau 4 orang?
  • anak-anak : (mulai berfikir serius dan sedikit lama) 6 kali. (mereka sambil bercerita kejadiannya)
  • aku : wah..pinter-pinter nih anak papa..hehe.. coba kalau 5 or 6 or 7 or 20, dst?
  • mereka mulai berfikir keras dalam imajinasinya. kalau 5 or 6 sih masih bisa mereka membayangkan. Lha kalau sudah puluhan? hehe..

Dari sinilah saya kenalkan rumus Kombinasi untuk kasus tersebut. Tentunya anak saya yang paling besar sambil saya kenalkan rumus globalnya. Rumus khusus untuk kasus tersebut adalah (n*(n-1)/2).

Mulai Nge Blog

Beberapa teman berkomentar/bertanya kepada saya tentang blog ini. “Mulai nge blog nih mas/pak..?” tanya mereka, “hehe..iya..mulai cukup waktu + latihan nulis-nulis nih” jawabku.

Memang mulai pertengahan Januari 2008 yl aku mulai memperhatikan blog ini. Ini bermula ketika seorang teman diskusi&kerja sekaligus orang tua yang cukup saya kagumi juga, mengajak saya untuk ikut-ikutan nimbrung dalam diskusi cybernya MASTEL (Masyarakat Telematika Indonesia) yang menggunakan blog sebagai medianya. Kebetulan beliau memang salah satu ketua MASTEL tersebut.

Ketika itu saya jadi teringat kalau saya pernah bikin account suatu blog. Setelah saya cek, wow..ternyata sudah 1.5 tahun blog saya tersebut tidak pernah saya apa-apakan. Hehe..saya jadi malu sama beliau yang walaupun sudah cukup “tua” tetapi masih sangat aktif dalam berbagai kegiatan. Salah satu hal yang saya kagumi dari beliau adalah semangat belajar & menambah wawasan yang sangat tinggi diusianya yang hampir 70 tahun itu. Beliau yang juga pernah menjabat sebagai direktur & komisaris di PT POS Indonesia maupun PT Indosat ini, tidak segan-segan belajar sampai level teknis instalasi linux sekalipun. Benar-benar seorang yang patut diteladani.. Memang belajar itu semestinya sepanjang hayat & tidak mengenal usia.

Terima kasih pak Mitro..yang telah memberi teladan serta motivasi..

Kegiatan mg ke-2 Kampung Belajar

Baru sempat cerita tentang kegiatan mg-2 Lembah Pinus Kampung Belajar. Sengaja mulai saat ini saya buat kategori “Kampung Belajar” tersendiri yang rencananya berisi cerita-cerita tentang kegiatan Kampung Belajar tersebut. Semoga nantinya kami (diantara kami) ada yang mengelola blog “Kampung Belajar” ini tersendiri agar dapat dijadikan contoh/pelajaran/diambil manfa’atnya oleh perkampungan lainnya di Indonesia. Dan juga bisa mendapat masukan-masukan untuk pengelolaan Kampung Belajar berikutnya yang lebih baik.

Kampung Belajar - 1Alhamdulillah..pada minggu ke-2 ini yang mengikuti kegiatan sholat subuh berjama’ah mulai banyak, ini mungkin beberapa masyarakat sudah mulai mengetahui dan banyak mendukung kegiatan ini. Kegiatan rutinnya: setelah selesai sholat subuh, kemudian diikuti TASLIM (Tausiah Lima Menit) oleh yang menjadi Imam pada sholat subuh tersebut. Setelah itu dimulailah kegiatan anak-anak.

Imam & Penceramah kali ini disampaikan oleh Bpk. Ust. Abu Hurairah. Materi yang disampaikan mengenai hakekat panjang umur. Biasanya kita berdo’a dan menginginkan dipanjangkan umur kita. Umur disini sesungguhnya adalah bukanlah umur secara fisik misalnya hidup di dunia sampai 100th dll, tetapi maksudnya panjang umur disini adalah nama atau peninggalan-peninggalan kita akan dikenang lama oleh manusia. sebagai contoh adalah Rasulallah Muhammad SAW, walaupun beliau telah meninggal ratusan tahun yl, tetapi beliau (melalui ajaran-ajarannya/hadits) masih dikenang dan dilaksanakan sampai saat ini. Jangan sampai, walaupun seseorang masih hidup, tetapi sudah banyak yang mengharapkan oarang tsb segera meninggal karena tingkah laku mereka yang tidak diharapkan.

Ketika acara TASLIM berlangsung, anak-anak juga diharapkan menyimak & memperhatikan, karena setelah acara TASLIM selesai, biasanya ada semacam kuiz buat anak-anak, bagi yang bisa menjawab akan mendapatkan “penghargaan”. Sesekali sambil diperdendangkan asmaul husna, ya..tentunya dengan cara bertahap dimana tiap minggunya nantinya hafalan & pemahaman anak-anak mengenai asmaul husna dapat bertambah. Semoga dalam kurang lebih 12 minggu (tiap minggu 8 asmaul husna), anak-anak sudah hafal & faham asma’ul husna tsb. Kegiatan kali ini diikuti oleh 33 anak, termasuk didalamnya Haekal, Abik, & Yazka (anak-anaku tersayang).

Setelah hari agak siang (sktr 05:30), dilaksanakan kegiatan “mencari harta karun”. anak-anak dibagi menjadi 5 kelompok (tiap kelompok sktr 7 anak), masing-masing ada yang diangkat menjadi pemimpin. Tentu saja, banyak yang diajarkan ke anak-anak, diantara kepemimpinan, musyawarah, setia kawan, dll. Harta karun yang dimaksud adalah berupa asma’ul husna, dimana disebar di berbagai tempat di sekeliling kampung. Ini juga mengenalkan anak-anak mengenai peta & kondisi kampung mereka. masing-masing kelompok harus mengikuti petunjuk arah&peta yang diberikan pembina sebelumnya.

Setelah acara “mencari harta karun” (mungkin jika namanya dirasa kurang cocok, bisa diganti dengan nama lain) selesai, dilanjutkan makan bersama. Makanan yang disipakan biasanya berupa makan-makanan sederhana asli indonesia yang bergizi (sambil mengenalkan jenis-jenis makanan halal & mengenalkan pentingnya gizi bagi anak-anak).

Tiba-tiba ingat seorang sahabat

Dalam menjalin interaksi dengan siapa saja, dimana saja & kapan saja, kita akan menemukan banyak tipe manusia. Diantara banyak tipe manusia itu, kita bisa menjadi lebih akrab dengan orang-orang tertentu. Diantara mereka kemudian menjadi teman baik kita. Diantara teman-teman kita itu, kita biasanya mempunyai kesan-kesan tersendiri kepada mereka.

Subhanallah.., saya sendiri sangat terkesan dengan beberapa teman saya. Biasanya saya akan terkesan terhadap teman-teman yang menurut pandangan saya merupakan orang yang: jujur, ikhlas, & syukur. ikhlas berarti dia benar-benar tulus dalam menjalin pertemanan (tanpa motif” dibaliknya), dan syukur berarti dia selalu mengetahui posisi dia sebagai teman (jika kita senang, dia ikut bahagia tanpa iri. jika kita susah, dia akan membantu apa yang bisa dilakukan untuk menghibur kita, dll.dll.). Teman-teman seperti inilah yang biasanya saya menyebut sebagai sahabat. Alangkah indahnya jika teman-teman kita bisa menjadi sahabat bagi kita. Dengan sahabat, jika kita akan berpisah, akan sangat merasakan betapa beratnya akan kehilangannya. Ketika resign dari perusahaan yl, saya juga merasakan hal seperti ini kepada sahabat saya.

Tiba-tiba saja, beberapa hari belakangan ini saya teringat dengan seorang sahabat yang walaupun pertemuan kami tidak begitu lama, tapi saya sangat berkesan dengan sahabat aya yang satu ini. Setelah searching, ketemulah cerita-cerita tentang sahabat ini. Saya jadi bangga dan bahagia setelah searching kesana-sini tentang dia. Ternyata dia telah banyak berkiprah & banyak memberi manfaat kepada umat. Semoga dia selalu istiqomah & mendapat rahmat-Nya. amiin. Dia telah banyak menulis artikel & buku-buku yang bermanfaat. Setelah saya membaca beberapa judul & artikel”nya, banyak pemikiran” cemerlang disitu & isinya “ternyata” banyak yang sesuai dengan apa yang dalam benak saya atau yang saya cita-citakan atau harapan-harapan saya.
Gimana kabarnya Mas Hendri Tanjung? semoga Allah selalu merahmatimu.

Bagi yang ingin melihat artikel-artikel beliau tentang ekonomi syariah, managemen, dll. bisa klik disini.