Pesantren Imam M Shofi

Manajemen Ikhlas & Syukur

Februari 11, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Dalam ilmu manajemen kita mengenal baik yang namanya POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling). Dalam pengelolaan apapun, termasuk juga dalam mengelola perusahaan, juga mengelola proyek (Project Management) kita pasti akan mengalamalkan/mengaktualisasikan POAC itu. Dalam pelaksanaanya, akan lebih optimal bila semua itu didasari dengan Ikhlas & Syukur.

Ikhlas adalah ketulusan; yaitu bahwa kita melakukan amal dan kebaikan jenis apa pun selalu diniatkan hanya untuk Allah semata, dengan memurnikan niat tersebut dari segala bentuk harapan dan persembahan kepada selain-Nya. Sedangkan syukur adalah memfungsikan anugerah yang diterima sesuai dengan penganugerahannya.

Ikhlas kalau dalam ilmu manajemen modern, bisa mengandung arti “Totalitas”. Artinya begitu kita telah kontrak/menyanggupi mengerjakan sesuatu, maka kita harus komitmen dalam diri kita bahwa kita harus mengerjakan hal tersebut seoptimal mungkin semua potensi yang ada dalam diri kita digunakan untuk menghasilkan suatu tujuan dari pekerjaan itu semaksimal mungkin juga. Kalau dalam lubuk hati kita telah tertanam jiwa totalitas (tanpa pamrih apapun lagi), hasil yang akan dicapai akan bisa lebih optimal, reward/penghargaanpun sudah pasti akan didapat (tentunya jika kedua belah pihak menerapkan manajemen ikhlas/totalitas ini :) ). Setidaknya jika kita menerapkan manajemen ini, reward juga tidak akan kemana-mana. Berhubungan dengan totalitas ini, kita juga mengenal/mendengar “Total Quality Management (TQM)”, “Total Quality Control (TQC)”, dan mungkin ada total-total lainnya.

Sedangkan Syukur sebagaimana telah dijelaskan diatas merupakan bentuk pamanfaatan segala sesuatu yang merupakan kelebihan(anugerah) yang diberikan kepada kita sesuai dengan fungsi/pemanfaatannya. Misalkan seseorang karyawan dipercaya menduduki sebagai manager di sebuah perusahaan, maka dia harus bisa memanfaatkan kedudukan/anugerah tersebut sesuai dengan pemanfaatannya, dsb.

Bagi pekerja/karyawan, jika dia telah dikontrak oleh suatu perusahaan/pengusaha, maka dia harus seoptimal mungkin (totalitas) dalam melaksanakan pekerjaannya, sehingga dia akan dapat menghasilkan sesuatu sesuai atau bahkan lebih dari harapan atasan/pengusaha. Demikian juga sebalikanya, pengusaha juga harus totalitas dalam memberikan penghargaan kepada karyawan-karyawannya.

Ini bisa diterapkan dalam segala aspek kehidupan kita.

Kategori: Keagamaan · Personal · managemen
Ditandai: , , , , ,

Team Management

Februari 11, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Manajemen Tim merupakan bagian dari Ilmu “Software Project Management” / Manajemen Proyek Perangkat Lunak. Berikut beberapa catatan (ketika kuliah dulu :) ) yang semoga berguna.

Manajemen Tim

·         Tim yang efektif akan memberikan hasil yang baik

·         Anggota merasakan tanggungjawab terhadap hasil kelompok dan bertindak untuk menghilangkan kesulitan

·         Tim adalah kelompok individu yang harus mendukung usaha bersama sesuai dengan ketrampilan dan kemampuan yang spesifik setiap anggota untuk mencapai hasil

·         Tim adalah kelompok orang tetapi tidak semua kelompok orang adalah tim.

Karakteristik tim yang berhasil:

·         Pedoman/acuan

·         Interdependensi

·         Sepakat bekerjasama

·         Akuntabilitas untuk setiap unit fungsi

Siklus hidup pengembangan tim:

·         Forming

·         Storming

·         Norming

·         Performing

Tahap Forming:

·         Berusaha menentukan tugas dan memutuskan bagaimana kelompok akan melengkapinya

·         Berusaha untuk menentukan ekspektasi perilaku dan mencapai jalan mengatasi masalah perilaku

·         Abstraksi dan diskusi ideal berkaitan dengan isu

·         Diskusi tentang gejala atau masalah yang mengelilingi/berkaitan tentang tugas

·         Keraguan partisipasi

·         Kerja minimal yang dapat diselesaikan

Tahap Storming:

·         Jealousy, defensif, bersaing

·         Pemantapan dari tujuan yang tidak realistik

·         Berargumentasi kelewat detail ketika anggota kelompok setuju dengan isu yang nyata

·         Polarisasi dari anggota kelompok

·         Pemantapan urutan

·         Percaya pada ketrampilan personal dan tahap kolaborasi

·         Konserb terhadap perkembangan pekerjaan

·         Penyelesaian pekerjaan minimal

Tahap Norming:

·         Berusaha untuk mencapai keharmonisan maksimum  dengan menghindari konflik

·         Tingkat atas kebersamaan, dicirikan dengan diskusi tim/personal tentang permasalahan secara dinamis

·         Rasa semangat tim mencapai tujuan

·         Kemampuan untuk mengekspresikan emosi yang konstruktif

·         Penyelesaian pekerjaan secara moderat

Tahap Performing:

·         Kemampuan untuk mencegah atau menjawab masalah kelompok

·         Pengertian antar anggota baik kekuatan ataupun kelemahan

·         Pengikatan kuat pada tim

·         Kebanggaan terhadap penyempurnaan tim

·         Penyelesaian pekerjaan

Pedoman pengembangan tim yang berhasil:

·         Klarifikasi tujuan/sasaran tim

·         Penentuan peran tim

·         Komunikasi dengan jelas

·         Pengembangan proses desisi (pengambilan keputusan)

·         Pemantapan prosedur

Peran penugasan tim:

·         Inisialisasi diskusi

·         Pencarian informasi dan opini

·         Mengusulkan prosedur untuk mencapai tujuan

·         Klarifikasi atau elaborasi ide

·         Merangkum

·         Mengevaluasi

Permasalahan umum kelompok:

·         Dominasi

·         Penarikan kembali

·         Penutupan/penghentian

·         Pencarian pengakuan

 

Kategori: Software Engineering · Teknologi Informatika