Pesantren Imam M Shofi

Masukan dari Maret 2008

Merencanakan Finansial

Maret 28, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Alhamdulillah, ada untungnya juga ketika sekitar 2minggu yl aku diajak seorang saudara untuk mencoba ikut mendengarkan “presentasi” & kalau perlu ikut bergabung dalam bisnisnya. “Ok deh, saya coba ikut dulu. Toh saat-saat ini saya banyak waktu luang. Asal sesuatu itu dapat memberi manfa’at, Ok aja”, pikirku waktu itu. Ternyata presentasi/bisnisnya tentang merencakan keuangan. Setidaknya membuka wawasan tentang perencanaan finansial.

Dalam sebuah khutbah jum’at, dijelaskan mengenai cuplikan ayat “Jagalah dirimu dan keluargamu dari neraka” (QS AtTahriim ayat 6):

At Tahriim 6

Dijelaskan bahwa untuk menjaga diri kita dan keluarga kita dari neraka, ada 3 hak yang harus kita tunaikan:

  1. Hak intelektual (huquq fiqriyah), yaitu kita harus menjamin hak atas pengetahuan/pendidikan istri & anak-anak kita. Sehingga dari pengetahuan itu, mereka dapat membadakan mana yang benar (haq) dan mana yang bathil.
  2. Hak rohani (huquq ruhiyah), yaitu kita harus menjamin hak-hak rohani/spiritual mereka. Bukan sekedar knowledge/pengetahuan tentang Allah dsb, tetapi lebih dari itu ke pengertian/hakekatnya. Misalnya terjadi musibah, kita benar-benar sadar & tulus dari jiwa bahwa semua berasal dari Allah & akan kembali kepadaNya.
  3. Hak material, yaitu kita harus menjamin kebutuhan-kebutuhan material diri kita maupun keluarga kita.

Merencakan finansial/keuangan untuk diri kita maupun keluarga kita, sepertinya menjadi hal yang baik (katakan “ibadah”) bagi kita. Dukungan dari ayat-ayat Alqur’an maupun Hadits tentang pentingnya perencaan inipun sepertinya ada, misalnya: “Innamal A’maalu bin niat (sesungguhnya amal itu bergantung kepada niat)”, juga cuplikan QS Al Hasyr ayat 18 berikut:

Al Hasyr 18

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”

Merencanakan keuangan, bisa saja untuk pendidikan anak, cadangan buat kesehatan anak, masa depan ketika memasuki usia pensiun, perjalanan ibadah (haji/umrah misalnya), mendirikan yayasan, dll.dll. banyak sekali hal yang bisa kita rencakan dengan finansial/keuangan kita, tentunya dengan niat/rencana ibadah. Merencakan finansial itu dengan kita menyisihkan sebagian penghasilan kita untuk masa depan yang kita rencanakan tersebut. Misal kita merencanakan/niat dalam 10th kedepan bisa berangkat haji bersama keluarga (istri + 2 orang anak misalnya). Untuk itu kita mengkalkulasi biaya haji untuk 4 org brp? kemudian kita musti menyisihkan/menabung berapa tiap bulannya agar rencana kita tsb dapat terwujud, dll.

“Niat”/merencanakan saja sudah dicatat Allah sebagai suatu kebaikan, apalagi ditambah dengan menjalankan niat tersebut dengan menabung tiap bulan, tiap bulan kita akan mendapat catatan kebaikan dari Allah. Apalagi nantinya benar-benar terwujud ibadah yang kita cita-citakan/rencanakan itu. Masyaa Allah, bisa jadi ladang kebaikan kita untuk satu hal tsb.

Bicara soal menabung:

  1. Biasanya orang menabung di Bank,
  2. Ada sebagian orang ikut program “Menabung+Asuransi”, dan
  3. Sekarang-sekarang ada (yang saya ikut presentasi/diajak saudara itu) “Tabungan+Proteksi” yang agak berbeda dengan bentuk ke-2 diatas.

Dari ketiga model tersebut, menurut saya yang “cukup menguntungkan” adalah yang model ke-3.

Dari tulisan ini, saya sekedar menyarankan agar kita merencanakan finansial kita, terserah bentuk/modelnya seperti apa. Tapi kalau ada yang mempercayakan ke saya untuk merencanakan finansialnya, boleh juga :) free, kebetulan mulai minggu ini saya menjadi agen perusahaan dimana saudara saja mengajak itu :) . Boleh menghubungi saya, hahaha…

Kategori: Keagamaan · Personal · managemen
Ditandai: , , ,

Dokumentasi Pengujian (Testing)

Maret 26, 2008 · 2 Tanggapan

Setelah sebelumnya saya sampaikan contoh dokumentasi untuk Perencanaan, Analisis Kebutuhan, dan Perancangan. Berikut ini saya sampaikan contoh dokumentasi untuk pengujian untuk kasus yang sama dengan dokumen-dokumen sebelumnya.

Dalam pelaksanaan pengujian, sebaiknya dilakukan oleh lembaga independen, tetapi internal tim developmen sendiri juga musti telah melakukannya. Pada tulisan saya sebelumnya, lembaga independen ini bisa/biasa disebut sebagai IV & V Agent. IV & V merupakan singkatan dari “Independent Verification & Validation“. Saya sangat mendukung sekali, sekarang beberapa instansi pemerintah dalam pelaksanaan tender pengembangan sistem/perangkat lunak, ada tender sendiri khusus pekerjaan pendamping yang bertanggungjawab terhadap kualitas sistem yang dikembangkan. Inilah bentuk IV & V Agent tersebut. Walaupun pelaksanaannya vendor-vendor pendamping tersebut masih banyak yang belum “mengerti” standarisasi kualitas dll, tetapi setidaknya ini merupakan langkah maju bagi kualitas produk sistem/perangkat lunak kita.

Dokumentasi pengujian bisa/biasanya/dapat terdiri-dari STP (Software Test Plan), STD (Software Test Description) dan STR (Software Test Report).  Tetapi dalam kasus ini, dokumen-dokumen tersebut sekaligus dirangkup menjadi satu dengan nama STRp (Software Test Report), toh isi-isi dari STP & STD juga dirangkum/ditampilkan dalam STRp. Didalam dokumen ini, dijelaskan a.l:lingkungan pengujian (test environment), pengujian, level pengujian, juga kasus-kasus uji/pengujian (test case). 

Berikut contoh dokumen pengujian tersebut :  STRP_ARTISt

Pada contoh dokumen tersebut, test case-nya masuk dalam bagian dokumen. Sekarang-sekarang, agar lebih rapi, biasanya test case saya masukan dalam appendix tersendiri dengan contoh template seperti ini :  Functional Test Cases Template

Kategori: Software Engineering · Teknologi Informatika
Ditandai: , , , , ,

Peringatan Maulid Masjid Babussalam

Maret 25, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Peringatan Maulid 1429H di Masjid Babussalam Lembah Pinus “Kampung Belajar” Sasmita Jaya kali ini puncaknya dilaksanakan pada Sabtu malam Ahad, 22 Maret 2008. Tema yang diangkat adalah “Dengan meneladani Rasullah SAW kita ciptakan Lembah Pinus sebagai Kampung Belajar menuju masyarakat Madani” dengan Penceramah : Ust. Dedi Dzulkarnaen, SE,MM.

Rangkaian acara pada peringatan puncak itu adalah sebagai berikut:

  • 18:00 – 18:30 Sholat Maghrib berjama’ah
  • 18:30 – 19:15 Senandung Asma’ul Husna oleh anak-anak (santri) Kampung Belajar
  • 19:15 – 19:30 Sholat Isya’ berjama’ah
  • 19:30 – 20:30 Kreasi anak-anak Kampung Belajar
  • 20:30 – 21:00 Rangkaian Pembukaan
        • Pembacaan AlQur’an + sari tilawah
        • Sambutan-sambutan : KetuaPanitia, Ketua DKM
        • Rebana
  • 21:00 – 22:00 Ceramah inti
  • 22:00 – 22:15 Penutup + Do’a

Alhamdulillah, pada acara peringatan Maulid kali ini antusiasme anak-anak & masyarakat sangat besar sekali sehingga masjid penuh & sesak sampai luar. Tidak kurang dari 200 anak-anak dan 200 orang dewasa yang menghadiri acara ini. Kami juga mengundang pengurus-pengurus Mushalla/Majelis Ta’lim di sekitar Kampung Belajar kami.

Materi yang disampaikan Ust. Dedi Dzulkarnaen dapat di download disini : Materi Maulid “Kampung Belajar”

Kategori: Kampung Belajar · Keagamaan
Ditandai: , ,

Dokumentasi Perancangan

Maret 6, 2008 · 2 Tanggapan

Menyambung tulisan-tulisan sebelumnya tentang dokumentasi dalam pengembangan perangkat lunak, berikut saya sampaikan contoh dokumentasi perancangan. Contoh yang saya sampaikan dalam dokumen perencanaan, kemudian Analisis Kebutuhan, dan sekarang dilanjutkan dengan dokumen perancangan merupakan contoh untuk satu kasus yaitu ketika saya terlibat dalam proyek pengembangan perangkat lunak ARTISt (Airborne Instrumentation System).

Didalam contoh dokumen perencanaan, telah disampaikan metodologi-metodologi yang digunakan selama pengembangan perangkat lunak ini, yaitu untuk Analisis Kebutuhan menggunakan SA/RT (Structural Analysis for Real Time) dan untuk Perancangan menggunakan metodologi TOOD (Technique Object Oriented Design) –> lebih lanjut mengenai metodologi-metodologi yang digunakan dalam proses pengembangan ARTISt ini, nantinya semoga saya bisa punya kesempatan mengulasnya lebih detail. Jadi ini merupakan contoh proses pengembangan perangkat lunak yang cukup baik untuk dijadikan acuan, sehingga tidak menggunakan “Hajar Bleh Metodology” kalau istilahnya Mas Romi :) .

Ketika memberi contoh dokumen perencanaan, mungkin saya lupa menjelaskan sedikit kenapa metodologi tersebut yang digunakan. Analisisnya menggunakan structural (tdk object oriented) dengan alasan waktu itu sebagian besar user/klien belum begitu familiar dengan Object Oriented (OO) & lebih banyak memahami dan gampang diajak diskusi (diskusinya cukup nyambung)  jika dengan fungsional/structural yang memang lebih mendekati kehidupan/pekerjaan mereka sehari-hari. Sedangkan perancangannya menggunakan TOOD karena programmer yang akan megimplementasikan sudah pasti cukup faham dengan teknologi/konsep OO. Sebenarnya menurut saya, lebih ke setengah OO & structural/prosedural, dimana sifat bahasa C yang cenderung structural bisa semacam “dipaksakan” menjadi OO. Lebih lanjut tentang pemilihan metodologi untuk pengembangan perangkat lunak yang tepat, semoga nantinya dapat diulas juga, kapan menggunakan structural semacam Data Flow Diagram (DFD) , kapan menggunakan OO semacam use case, sequence diagram, activity diagram, class diagram dll dalam Unified Modelling Language (UML), dll.

Kembali ke dokumentasi perancangan. Yang dijelaskan dalam dokumentasi perancangan ini antara lain :

  • Perancangan Global (Preliminary Design), yaitu perancangan yang menggambarkan sistem secara umum/global, bisa berupa arsitektur umum yang menjelaskan keterhubungan antara komponen-komponen yang membentuk sistem tersebut.
  • Perancangan Terinci (Detail Design), yaitu perancangan yang menjelaskan lebih detail sampai level unit, termasuk algoritma global masing-masing fungsi/method yang digunakan dalam sistem (pseudo code).

Dalam dokumen perancangan ini juga dijelaskan traceability (keterlacakan) dengan dokumen-dokumen sebelumnya. Misalnya di dokumen Analisis Kebutuhan ada requiremen SRS_REQ_11000, itu di dalam dokumen perancangan itu dialokasikan di komponen/unit/modul mana.

Contoh dokumentasi perancangan (Software Design Document) ARTISt dapat didownload disini :  SDD_ARTISt

Kategori: Software Engineering · Teknologi Informatika
Ditandai: , , ,

Blog Kampung Belajar

Maret 5, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Hmm…ini dia blog “Kampung Belajar” : http://kampungbelajar.wordpress.com/.

Baru sebatas templatenya saja sih, semoga nantinya bisa lebih semarak dengan adanya blog tersendiri tersebut. Blog tersebut secara umum menginformasikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Kategori “Gerakan Subuh Berjama’ah (GSB) “: Merupakan rangkaian kegiatan Kampung Belajar dalam rangka Gerakan Subuh Berjama’ah Bersama Keluarga, saat ini diselenggarakan tiap Ahad.
  2. Kategori “Pengajian Orang tua (Bapak-bapak & Ibu-ibu)”: Merupakan rangkaian kegiatan Kampung Belajar yang menginformasikan pengajian rutin Bapak-bapak & Ibu-ibu, saat ini dilaksanakan tiap Ahad ba’da Maghrib
  3. Kategori “Pengajian Rutin khusus Muslimah”: Merupakan rangkaian kegiatan Kampung Belajar yang menginformasikan kegiatan pengajian rutin muslimah (ibu-ibu maupun remaja), saat ini diselenggarakan tiap Ahad pagi (sktr jam 10:00 s/d 12:00)
  4. Kategori “Kegiatan Remaja”: Merupakan rangkaian kegiatan Kampung Belajar yang menginformasikan kegiatan Remajanya (pemuda-pemudi)
  5. Kategori “Umum”: Merupakan kategori yang menginformasikan hal-hal yang sifatnya umum (diluar/selain kategori yang ada diatas)

Saya sendiri rencana tetap ingin menginformasikan kegiatan-kegiatan “Kampung Belajar”, dari sudut pandang saya sendiri tentunya :) .

Kategori: Kampung Belajar

Manajemen Ikhtilaf, bukan Manajemen Konflik

Maret 3, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Ketika masa-masa OSPEK & Kemah Bakti di awal-awal masuk kuliah, dikondisikan sedemikian rupa sehingga kita menjadi bangga serta membanggakan diri dan cinta setengah mati dengan kelompok/jurusan kita. Seolah-olah kita/kelompok kita yang paling hebat, saling ejek antar satu kelompok dengan kelompok lain, dll. Kemudian dikondisikan juga sedemikian rupa sehingga terjadi perpecahan/konflik diantara kelompok bahkan sering kali emosi kita dibuat sedemikian rupa sehingga bisa terjadi adu fisik demi mempertahankan kelompok kita.

Belakangan-belakangan kita tahu bahwa itu merupakan salah satu implementasi dari “Manajemen Konflik”. Biasanya 1 or 2 orang (khusus tentunya) dalam kelompok tertentu yang membuat strategi dimana seolah-olah nantinya dibuat konflik antar kelompok. Konflik itu sebenarnya sengaja diciptakan oleh sekelompok kecil pembuat strategi, dimana sekelompok besar yg lainnya tidak mengetahui tentang skenario tersebut. Konon katanya tujuannya untuk menumbuhkan semangat kebersamaan diantara mereka.

Memang gampang saja bagi ahli-ahli strategi tertentu untuk menyulut konflik diantara kita karena benih-benih perbedaan itu secara alamiah akan ada diantara kita. Tetapi jika konflik sudah terjadi kadang menjadi susah untuk dikendalikan(dikontrol) bahkan cenderung “gampang meluas.

Saya sendiri kurang begitu setuju dengan “Manajemen Konflik” sebagaimana pengertian diatas. Konflik bukannya diselesaikan kok diciptakan??? terlalu banyak resiko jika konflik/perpecahan itu sengaja diciptakan. Kerusuhan Mei 1998, akibat Manajemen Konflik kah? kalau benar, betapa hina & rendahnya mereka dengan mengorbankan ribuan rakyat yang tidak berdosa.

Secara alamiah (sunnatullah), kita pasti mempunyai perbedaan : perbedaan fisik, warna kulit, cara berpikir, dll. Terutama pada perbedaan cara berpikir/mensikapi terhadap suatu hal, di ilmu fiqih ada yang namanya “Ikhtilaf”/perbedaan pendapat. Perbedaan pendapat inilah yang semestinya dikelola/dimanaj agar tidak menjadi perpecahan/konflik. Masing-masing yang punya pendapat tidak perlu bangga/membanggakan diri, merasa pendapatnya yang paling benar dan cenderung menganggap remeh dan menyalahkan pendapat orang lain. Pada umumnya perbedaan pendapat masalah fiqih itu menyangkut hal yang sifatnya furu’ (cabang) dan bukan merupakan asas.

Dalam hal sholat saja, banyak sekali ikhtilaf disitu: mulai dengan takbiratul ikhram (ada bermacam-macam pandangan disana), menjahar/sirri kan basmalah, bacaan iftitah/ ruku’/sujud/dll, duduk istirahat (duduk sejenak setelah sujud kedua pada rakaat ganjil), mengangkat tangan &/ membasuh muka ketika/selesai berdoa, dll.dll banyak sekali.

Semestinya kita menyikapi semua itu merupakan perbedaan pendapat yang wajar saja yang sifatnya justru variatif sehingga dapat menambah wawasan kita. Tidak perlu dibesar-besarkan dan jika didiskusikan adalah dengan niat mencari kebenaran & bukan membanggakan pendapat sendiri. Sehingga sesuatu yang sifatnya ikhtilaf itu tidak akan bermuara menjadi perpecahan/konflik, sehingga persatuan tetap terjaga. Hal seperti ini juga dapat diimplementasikan untuk perbedaan-perbedaan pendapat yang terjadi di masyarakat. Utamakanlah persatuan umat bukan perpecahan.

Kategori: Keagamaan · Personal · managemen

Dokumen Analisis Kebutuhan

Maret 3, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sebelumnya telah saya berikan contoh dokumen “Rencana Pengembangan Perangkat Lunak” / “Software Development Plan” (SDP). Template dokumen-dokumen tersebut dapat kita dapatkan di web-web yang ada (biasa searching) & sudah cukup banyak. Saya disini hanya memberikan contoh dokumen dari project yang pernah saya lakukan.

Untuk Analisis Kebutuhan (Requirements Analysis), dokumen yang dapat diberikan berupa (maaf masih belum sempat mengulas lebih dalam, nantinya jika ada kesempatan akan diulas lebih dalam):

  1.  Software Requirements Specification (SRS) : SRS_ARTISt_2
  2. Interface Requirements Specification (IRS) : IRS_ARTISt_2

Tentunya dokumen-dokumen seperti ini juga bisa dibuat dalam bahasa indonesia, misalnya ada yang telah memberi nama “Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak” (SKPL), dsb.

Kategori: Software Engineering · Teknologi Informatika

Kampung Belajar : Gerakan Subuh Berjama’ah minggu pertama Maret 2008

Maret 3, 2008 · 2 Tanggapan

Sebagaimana biasa, tiap hari Ahad (minggu) di Lembah Pinus “Kampung Belajar” ada kegiatan “Gerakan Subuh Berjama’ah” (GSB). GSB ini merupakan kegiatan rutin tiap ahad, yaitu merupakan kegiatan Sholat Subuh berjama’ah di Masjid dimana pesetanya adalah keluarga-keluarga yang tinggal di Lembah Pinus “Kampung Belajar” Pamulang. Tiap keluarga yang terdiri-dari suami, istri, dan anak-anak berbondong-bondong ke Masjid untuk melaksanakan subuh berjama’ah ini.

GSB minggu pertama maret (2 maret 2008) kali ini merupakan kegiatan GSB yang kelima kali sejak dimulainya GSB Kampung Belajar mulai 3 Februari 2008 yl. Jama’ah subuh kali ini semakin semarak saja, setidaknya dari segi kualitas bertambah dari minggu-minggu sebelumnya, kali ini kurang lebih ada 120 jama’ah, dimana lebih dari 60 diantaranya adalah anak-anak.

TASLIM kali ini disampaikan oleh Bpk. H. Romlan Syukur yang merupakan penggerak utama kegiatan Kampung Belajar ini (thanks pak Romlan, semoga tetap istiqomah). Beliau sekaligus memperkenalkan 5 prinsip Lembah Pinus “Kampung Belajar” yang diambil dari QS 3:17 “As Shaabiriina was Shaadiqiina wal Qaanitiina wal Munfiqiina wal Mustaghfiriina bil ashaar”, “yaitu orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan (hartanya di jalan Allah), yang mohon ampun di waktu sahur”. Kemudian agar lebih memudahkan, pak Romlan menyampaikan dengan cara : Sabar benar si taat bantu do’a (sabar, benar, taat, bantu, do’a)

  1. As shaabiriina (yang sabar), maksudnya adalah sabar dalam melaksanakan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan (baik dalam Tafsir Jalalain maupun Ibnu Katsir memberi tafsifan yang hampir sama). Sabar juga terhadap musibah.
  2. As Shaadiqiina (yang benar), yaitu benar didalam imannya, segala sesuatu yang dilandasi dengan keimanan.
  3. Al Qaanitiina (yang tetap taat), yaitu tetap taat kepada aturan-aturan terutama aturan-aturan Allah
  4. Al Munfiqiina (yang menafkahkan), yaitu menafkahkan segala potensi yang ada padanya untuk mendukung/dalam rangka ketaataan kepada Allah. Gemar membantu di jalan Allah.
  5. Al Mustaghfiriina bil ashaar (yang memohon ampun diwaktu sahur), yaitu cepat-cepat atau awal-awal memohon ampun/meminta maaf jika telah melakukan kekhilafan, juga gemar berdo’a.

Sebagaimana biasa, setelah TASLIM, maka anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok untuk lebih mengekplor pemahaman mereka dari apa yang telah disampaikan pada saat TASLIM. Dimana tiap-tiap kelompok ada pamong (biasanya dari orang tua yang bersedia) masing-masing.

Setelah matahari mulai tampak, dilanjutkan acara permainan anak-anak active learning. Kali ini adalah dengan main futsal di lapangan masjid. Dari sini juga bisa tumbuh keakraban, kebersamaan, dan kesehatan diantara anak-anak. Setelah permainan selesai sekitar pukul 07:45, acara terakhir adalah makan bersama. Kali ini dihidangkan mie goreng, tahu tempe bakwan goreng, serta minuman penghangat teh jahe.

Kategori: Kampung Belajar · Keagamaan · Pendidikan