Hmm…kurang tau, kenapa tiba-tiba aku seneng mengikuti berita-berita politik terutama masalah moral bangsa ini.
Ikut tersentil juga secara spontan dalam hati, ketika pak Amin Rais berkomentar dan meminta mundur Hendarman Supandi (Jaksa Agung saat ini). Sepertinya pak Amin ini yang selalu awal-awal “getol” meminta pejabat-pejabat tinggi untuk mundur/mengundurkan diri, mulai pak Harto, pak Habibie, Gus Dur, maupun pejabat-pejabat tinggi lainnya. Dan Pak Amin ini seringkali menambahkan pernyataannya dengan “ditulis dengan tinta emas” atau sebangsanya. Tapi kenyataannya apakah begitu??
Mohon ma’af ya pak Amin. Saya sendiri termasuk senang dengan kritikan pak Amin untuk membangun bangsa ini. Segala sesuatu yang dapat menjadikan negeri ini lebih bermanfaat, saya termasuk yang senang sekali. Tapi untuk komentar pak Amin yang satu itu, gak tau, saya semacam tersentil aja, dari tahun ke tahun, muncul komentar seperti itu
.
Salam,
Masukan dari Juni 2008
Pak Amin Rais: Hendarman mundur, akan ditulis tinta emas
Juni 20, 2008 · 1 Komentar
Kategori: Pendidikan · Personal · Teknologi Informasi · Umum
Ditandai: Amin Rais, Gus Dur, Habibie, Hendarman Supandi, Jaksa Agung, mundur jabatan, pejabat tinggi, Soeharto, tinta emas
Ramai-ramai ringrone rekaman telepon Artalyta Suryani
Juni 19, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
Weleh.., banyak banget berita tentang ini. Orang-orang beramai-ramai ingin punya ringtone rekaman percakapan Artalyta-Kiemas. Rekaman tersebut merupakan hasil sadapan telepon oleh KPK.
Teknologi khususnya teknologi ICT, sepertinya memang banyak berperan dan membantu dalam pemberantasan korupsi yang sudah cukup kronis di negeri ini. Sedikit teknologi ICT (dalam hal ini penyadapan telepon) saja sudah cukup membantu pemberantasan korupsi, belum teknologi-teknologi ICT lainnya. Cukup banyak teknologi ICT ini yang dapat menjadi alat bantu ikut memberantas korupsi.
Sekedar saran/usulan ke instansi terkait (mungkin KPK, Kejaksaan, Kepolisian, dll.), sepertinya telah banyak putra-putri negeri ini sendiri yang cukup punya “potensi”/”keahlian” dalam bidang ICT tersebut, sehingga “mungkin” bisa saja teknologi/sistem-sistem tersebut dapat didevelop/dikembangkan sendiri. Sehingga anggaran/biaya pengadaan alat-alat/sistem pendukung tersebut yang miliaran/puluhan miliar bahkan jauh lebih besar dari itu yang keluar negeri bisa & saya kira (untuk beberapa teknologi) sudah layak dikembangkan sendiri dengan biaya yang jauh lebih murah & lebih membuat putra-putri negeri ini lebih kreatif & inovatif dalam teknologinya.
Kategori: Personal · Teknologi Informatika
Ditandai: Artalyta Suryani, ICT, rekaman telepon, ringtone, Teknologi
Membuang Abu Rokok diluar, dalam Perjalanan Mobil
Juni 19, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
Dalam bepergian (berangkat kerja, jalan-jalan bersama keluarga, dll.) di wilayah Jabodetabek, saya sering menggunakan motor sebagai alat transportasinya.
Seringkali saya menjumpai orang-orang yang mengendarai mobil dengan santainya membuang abu rokoknya keluar lewat jendela mobilnya. Terus terang, saya termasuk yang tidak suka kepada orang-orang seperti itu. Seolah-olah terlihat perilaku tidak memperdulikan terhadap sesama pengguna jalan, terutama kepada orang yang naik sepeda ataupun sepeda motor. Bagaimana jika abu tersebut mengenai mata pengendara motor di samping/belakangnya? bisa berakibat fatal kecelakaan kan?
Kategori: Pendidikan · Personal
Tool buat membantu mempercepat migrasi data SIMPATI – DIKTI
Juni 19, 2008 · 1 Komentar
Kebetulan hampir 1 minggu ini aku diminta bantuan oleh Program Studi (Prodi) untuk ikut membantu mempercepat proses penyediaan data untuk evaluasi program studi (evaprodi) yang akan disampaikan ke DIKTI dengan cara “otomasi” migrasi data yang terdapat di DataBase(DB) aplikasi yang lama ke aplikasi yang baru. Karena dari perkiraan, jika dikerjakan migrasi biasa (manual entri) maka waktu yang disediakan tidak akan cukup terkejar.
Info yang saya dapat bahwa untuk migrasi data tersebut, DIKTI tidak menyediakan toolnya sehingga harus dilakukan entry data ulang ke aplikasi versi yang baru (dari DIKTI). Hmm..padahal data-data yang telah dientrykan ke aplikasi versi sebelumnya sudah cukup banyak. Aplikasi dari DIKTI itu kalau tidak salah namanya “SIMPATI”, yang mungkin merupakan singkatan dari “Sistem Informasi Perguruan Tinggi”.
Tool berikut semoga dapat membantu mempercepat. Saya sendiri melakukan migrasi data tersebut cukup dalam waktu 1 hari dengan bantuan tool tersebut, bandingkan jika dilakukan entry ulang yang perkiraan waktunya bisa mencapai 3-4 minggu. Nama toolnya DBF Viewer, saya mengunakan versi trialnya yang dapat digunakan dalam 30hari.
Tool tersebut dapat di download disini :http://www.dbf2002.com/
Semoga dapat membantu, Salam.
Kategori: Pendidikan · Personal · Teknologi Informatika
Ditandai: Aplikasi SIMPATI, DIKTI, evaluasi program studi, Perguruan Tinggi, tool migrasi data
Peringatan HUT RI di Kampung
Juni 19, 2008 · & Komentar
Seperti biasa, tiap tahun di kampung-kampung diadakan peringatan Kemerdekaan RI, tidak terkecuali tahun ini. Kebetulan aku diminta bantuan untuk jadi salah satu panitia untuk peringatan Kemerdekaan tahun ini di kampungku.
Barangkali ada yang berminat jadi donatur atau sponsor, proposalnya dapat di download disini
:<Proposal peringatan-hari-kemerdekaan-ri_rt03rw23 2008
Juga barangkali ada yang ingin mencontoh template/proposalnya, silahkan saja.
Kategori: Kampung Belajar · Personal
Ditandai: HUT RI, Kemerdekaan, Peringatan, proposal
Iseng, Usil & Lucunya Abik
Juni 18, 2008 · & Komentar
Diantara anak-anaku yang lain, Abik (Atabik) ini sepertinya cenderung agak beda. Dia memang agak usil, lucu, dan sering ngisengin saudara-saudaranya yang lain. Tapi model iseng & usilnya bukan karena bandel, bahkan cenderung keliahatan lucu.
Diantara saudara-saudaranya yg lain (Haekal, Yazka, Amas), dia lebih banyak tertarik mainan-mainan yang sifatnya berfikir, apalagi semacam puzzle, seneng banget dia. Dulu dia seneng banget minta beliin buku, terutama buku-buku yang berhubungan dengan kreatifitas IQ, puzzle, dll. Begitu dibelikan buku, sampai rumah pasti dilahapnya buku itu sampai selesai, semua soal & puzzle didalamnya pasti diselesaikan kurang dari 1 hari. Dia juga seneng banget main game-game Komputer.
Ada kejadian lucu, kemarin istri dipanggil guru TKnya. Abik memang minggu kemarin ikut test akhir di TKnya (dia TK Besar). Salah satu soal testnya adalah Dikte yang terdiri-dari 10 soal dikte (yang kata Gurunya) cukup panjang untuk ukuran TK. Ketika mengoreksi hasil kerjaan Abik ini, gurunya bingung dan heran, ini tulisan apa? pikirnya waktu itu, masak Abik gak bisa ngerjakan sih? beliau bergumam..padahal menurut beliau, Abik itu yang paling pintar di sekolahnya. Disaat yang lain belum bisa baca, Abik sudah lancar banget bacanya, apalagi menghitung dll. beliau memuji. Kembali ke ngoreksi soal dikte tadi, bu Guru coba melihat apa yang ditulis Abik, beliau coba mengutak-atik, coba dibolak-balik, baca dari kiri ke kanan, atas-bawah dll. MasyaaAllah, setelah lama dan agak pusing, akhirnya Bu guru ngerti juga setelah kertas ujian Abik dibaca/dipantulkan lewat sinar lampu, tulisannya dapat dibaca dan kesemua soal itu ditulis dengan benar semua oleh Abik dengan cara seperti itu, padahal teman-teman yang lain banyak yang salah, jangankan ke-10 soal, 1 soal bener semua aja jarang. Aku sendiri belum lihat apa yang dikerjakan Abik itu. Katanya nanti mau dikasihkan ke Istri. Beliau berpesan agar, hasil ujian Abik ini disimpan dan dibingkai
.
Bu gurunya berfikir, apa pada waktu ngerjakan soal itu Abik dalam kondisi takut/stress ya? soalnya yang Jaga adalah dari guru lain. Setelah dikonfirmasi & ditanyakan ke Abik, dia menjawab: “kan kata Bu guru yang ngawasin, terserah mau ditulis bagaimana?”.
Aku juga pernah diisengin Abik ini. Suatu ketika, aku ada kerjaan yang musti cepet aku selesaikan & dipresentasikan di kantor. Ketika aku buka notebook dan mau login untuk mempresentasikan kerjaan, ternyata passwordnya salah terus padahal aku gak pernah ngerubah itu password. Ketika agak panik dan pusing krn password salah terus, aku kepikiran Abik karena terlintas Abik mainin notebooku malamnya. Terus aku telpon rumah, dan ternyata benar, password dia ganti, hehehe… Bisa-bisanya dia membobol passwordku dan diganti yang baru
.
Kategori: Pendidikan · Personal
Ditandai: dikte, guru, iseng, lucu, puzzle, test TK, usil
Rangkap Jabatan and/or Rangkap Pekerjaan
Juni 17, 2008 · 1 Komentar
Akhir-akhir ini sering mendengar orang-orang, waki rakyat, pemerhati, dll yang menyoroti tentang rangkap jabatan terutama di Pemerintah. Bagaimana sebaiknya ya?
Sudah tidak asing lagi bahwa sebagian besar pejabat-pejabat yang punya kedudukan “tinggi” di negeri ini (yg sudah tentu penghasilannya juga tinggi), banyak sekali mempunyai jabatan rangkap di luar tentunya dengan penghasilan yang tinggi pula. Banyak diantaranya menjadi direktur/komisaris di perusahaan-perusahaan besar di negeri ini juga. Banyak juga jabatan rangkap tersebut di instansi pemerintah juga (seorang pejabat di instansi pemerintah ttt, menjabat di instansi pemerintah yang lain juga). Apakah mereka kira-kira masih kekurangan penghasilan? sebagian besar kita mungkin menjawab tidak.
Banyak juga, sebagian pegawai (baca PNS) tingkatan (penghasilan) rendah katakanlah (mungkin) golongan I,II,III yang merangkap pekerjaan tingkatan “rendah” juga. Banyak terdengar, seorang pegawai negeri A, untuk bisa menghidupi keluarganya, juga merangkap sebagai tukang ojek, tukang becak, punya usaha dagang kecil-kecilan, petani, dll. dll. Kalau yang seperti ini bagaimana??
Saya termasuk yang menyetujui rangkap pekerjaan sebatas pekerjaan utama yang dibiayai oleh rakyat tidak terganggu!
Salam,
Kategori: Personal
Ditandai: PNS, rangkap jabatan, rangkap pekerjaan
Pendidikan Dengan Biaya Terjangkau
Juni 12, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
Sudah hampir 2 bulan terakhir ini, aku ikut menjadi tenaga pengajar (dosen) di UNPAM (Universitas Pamulang).
Salah satu yang membuat aku “tertarik” (ikut) membantu mengajar disitu adalah ketika suatu ketika (sebelum aku masuk) ngobrol-ngobrol dengan ketua yayasannya yang dari awal aku kagum akan kesederhanaannya. Dari obrolan itu saya jadi sedikit tau bahwa UNPAM ini ikut membantu pemerintah (kurang tau, pemerintahnya sadar or tidak
) dalam mencerdaskan anak bangsa terutama untuk kalangan-kalangan pinggiran yang kebanyakan kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan tingginya di Universitas lain walaupun di negeri sekalipun. Bayangkan saja, biaya pendidikan untuk S1 hanya Rp.150rb per bulan tanpa uang pangkal, bahkan lebih murah dari sekolah-sekolah setingkat TK, SD, SMP, dan SMU kebanyakan di daerah ibu kota. Bahkan “ceritanya” ada beberapa pemulung yang kuliah disitu. subhanallah.
Di tengah-tengah krisis multidimensi yang menghimpit negeri ini, masih ada yang perduli dengan anak negeri ini. Sudah semestinya pemerintah mendukung penuh lembaga-lembaga semacam UNPAM ini.
Kategori: Pendidikan · Personal · managemen
Ditandai: Pendidikan biaya terjangkau, UNPAM
Dari Krisis Moral, Krisis Ekonomi, sampai Krisis Energi
Juni 12, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
Apa yang salah ya dari negeri ini?? mulai krisis ekonomi 1998 yang salah satunya menyebabkan nilai rupiah menukik tajam terhadap US$.
saat ini kita sering mendengar krisis energi, sehingga kenaikan BBM tak terelakan lagi. Setidaknya dari th2004 kenaikannya sudah ratusan prosen (dari Rp.1810 di th2004 menjadi Rp.6000 di Mei 2008 ini, hmmm…). Tadinya termasuk negara pengexport minyak (OPEC) sekarang menjadi negara pengimpor minyak. wah..wah…
Penyebab utamanya kayaknya karena krisis moral deh…koruptor-koruptor banyak sekali dan cenderung tidak malu-malu. KPK mungkin sudah menangkap puluhan, tapi sepertiya masih banyak ratusan diluar sana yang tdk/blm terjangkau.
Semoga krisis moral ini cepat teratasi sehingga krisis-krisis lainnya dapat segera diatasi juga.
Kategori: Personal
Ditandai: krisis ekonomi, krisis energi, krisis moral
Dibalik Insiden Monas: Bagaimanakah menemukan Munarman???
Juni 7, 2008 · & Komentar
Yaa Allah..semoga kasus ini cepat selesai dan tidak merembet lebih luas menjadi konflik antar anak bangsa yang tidak perlu. Sekali lagi, mohon para pemimpin untuk dapat mengendalikan diri & mengambil tindakan yang tepat.
Berita akhir-akhir ini masih banyak didominasi Insiden Monas tersebut, salah satunya pencarian terhadap Munarman yang “belum” diketahui keberadaannya. Sepertinya banyak metode untuk menemukan posisi seseorang dengan bantuan ICT (Information & Communication Technology) atau kita biasa menyebut Teknologi Telematika (Telekomunikasi & Informatika) juga.
Mungkin saja Bang Roy Suryo bisa membantu juga dengan “keahlian” multimedianya, misalnya mendeteksi video yang dikirimkan Munarman tersebut, dilakukan kapan? dimana? dsb. Betul begitu apa gak ya? soalnya beberapa kali aku lihat di TV, dengan analisanya Bang Roy “bisa” menceritakan tentang dimana suatu Video itu direkam, dll.
Beberapa teknologi untuk menentukan posisi sesuatu antara lain (yang aku tau): dengan GPS (Global Positioning System) dan teknologi LBS (Location Base Service).
GPS merupakan sistem untuk menentukan posisi dengan bantuan satelit GPS yang dimiliki Amerika dimana kita dapat menggunakannya secara free. Dalam hal ini objeknya harus dipasangi receiver GPSnya. Ketelitian teknologi ini bisa sampai mm(mili meter). Untuk kasus Munarman/buron lainnya, jika Munarman/buron lainnya tersebut mempunyai perangkat PDA/handphone/lainnya yang dilengkapi receiver GPS, maka dapat dengan mudah ditemukan keberadaannya.
Sedangkan teknologi LBS adalah teknologi untuk menentukan posisi sesuatu/seseorang/objek dengan memanfaatkan nomor telepon seluler seseorang dengan bantuan BTS. “Biasanya” suatu nomor telepon seluler itu dapat menerima/terdeteksi sinyalnya oleh 3 atau lebih BTS. Dengan algoritma tertentu (orang matematik pasti bisa bikin/menghitung algoritma), maka dapat diketahui kira-kira posisi nomor telepon tersebut. Nah dengan teknologi semacam ini, polisi bisa minta bantuan operator-operator seluler untuk melacak keberadaan buron tertentu lewat nomor HPnya.
Kategori: Personal · Teknologi Informatika
Ditandai: BTS, GPS, LBS