Pesantren Imam M Shofi

Apakah akan terjadi krisis ekonomi lagi setelah 10 tahun?

Juli 2, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Tahun 1998 kita kenal dengan krisis ekonomi yang hampir bersamaan dengan lengsernya pak Harto. Mungkin rekan-rekan masih ingat betapa krisis ekonomi 10 tahun lalu itu berdampak ke berbagai sektor/bidang kehidupan, bahkan dampak politiknya ikut mengantarkan pak Harto lengser dari presiden.

Harga-harga banyak yang naik, inflasi sangat tinggi waktu itu. Salah satu sebabnya mungkin juga karena “kurang tepat” pengurusannya oleh penguasa saat itu. Apakah hal ini akan terjadi lagi setelah 10 tahun lewat? Beberapa kebijakan pemerintah saat ini dirasa akan lebih banyak menyangsarakan rakyat dibanding keuntungannya sebagaimana kebijakan pemerintah 10 tahun yl ketika itu. Harga minyak dunia saat ini hampir “tak terkendali” yang juga jadi alasan utama pemerintah menaikan harga BBM. Kebijakan pemerintah mengalihkan konsumsi minyak tanah menjadi Gas ELpiji, tetapi mungkin karena “salah urus”, ternyata Gas Elpiji juga jadi susah dicari dan seringkali ikut-ikutan naik juga.

Hmmm..semoga masyarakat kita tidak gampang menyerah dengan keadaan & semoga menjadi lebih kreatif & inovatif dalam berkehidupan di negeri ini. Karena kita tidak bisa mengandalkan kepada pemerintah yang didalamnya banyak orang-orang tidak peduli. Semoga semua elemen sadar dan instrospeksi diri untuk selanjutnya segera bangkit agar negeri ini tidak semakin terpuruk.

Kategori: Personal
Ditandai:

Sedikit oleh-oleh dari Wisuda III UNPAM

Juli 2, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sabtu, 28 Juni 2008 yl saya menghadiri undangan wisuda di Universitas Pamulang (UNPAM). Selayaknya acara wisuda, ada prosesi wisuda, sambutan-sambutan, orasi ilmiah dan juga penghargaan-penghargaan. Ketika mengikuti acara itu, beberapa membuatku terharu. Terus terang, aku ini termasuk orang yang gampang terharu dan meneteskan air mata ketika menyaksikan orang-orang yang “kurang beruntung” tetapi tetap berjuang dan tidak menyerah dengan keadaan.

Mulai sambutan wakil wisudawan yang menceritakan perjuangannya selama kuliah bahwa tidak diperoleh dengan mudah.  Di akhir kesan-kesannya, beliau menyampaikan sebuah pantun “Bila ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi, bila ada umur kami panjang boleh kita kuliah lagi”.

Pak ketua Yayasan pada sambutannya menyampaikan bahwa UNPAM ini ingin menjawab keinginan sebagian besar masyarakat yang ingin kuliah, bahwa kuliah itu tidak hanya dapat dimonopoli oleh orang-orang kaya (karena sebagian besar Universitas di negeri ini memang terkesan tidak terjangkau oleh orang-orang “pinggiran”). UNPAM ini ingin menjawab orang-orang yang punya keinginan dan kemampuan (secara intelektual) tetapi terkendala dengan biaya yang cukup “mahal” jika akan kuliah.

Yang paling membuatku terharu adalah adanya penyematan “peniti emas” kepada seorang mahasiswi yang dianggap sangat ulet/gigih dalam perjuangannya mengikuti kuliah di UNPAM. Diceritakan bahwa mahasiswi tersebut adalah seorang pemulung yang tempat tinggalnya cukup jauh dari UNPAM. Untuk berangkat kuliah, dia selalu menumpang truk sampah (karena tidak punya ongkos jika naik angkutan umum). Di waktu istirahat kuliah, dia jarang sekali bergabung dengan teman-temannya untuk makan siang di kantin/warung dekat kampus (karena sering tidak punya uang sekedar untuk makan). Untuk mengatasinya, dia selalu berbekal air yang cukup banyak, ketika lapar, dia mengisi perutnya dengan air.

Kategori: Pendidikan · Personal
Ditandai: ,

Cukup Rumit ya..untuk pesan tiket online

Juli 2, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Akhirnya dapat tiket juga untuk pulang kampung :) setelah proses booking tiket online melalui internet sekitar 1 minggu ini.

Hah…?? masak booking tiket online sampai memakan waktu begitu lama? bukannya malah cepat? Gak seheboh itu sih.., soalnya dalam 1 minggu itu saya tidak kontinu internet online terus.

Saya memang baru kali ini mencoba booking tiket (pesawat) online, soalnya sebelum-sebelumnya kalau pergi segala sesuatunya (mulai tiket, hotel, dll) pasti sudah diurusin sama kantor :) .

Kebetulan di waktu anak libur sekolah, adiku akan melangsungkan pernikahan. Makanya saya merencanakan pulang kampung bersama anak-anak.

Aku pikir, pesen tiket online ini sangat mudah, tapi ternyata cukup rumit juga. Mulai koneksi paymentnya yang sering gagal (sehingga batas waktu yang diberikan untuk bayar terlewat) yang akhirnya harus pesen ulang lagi yang memungkinkan harganya berubah, sampai kartu kredit yang dianggap invalid, dll. Akhirnya akubaru bisa menyelesaikan setelah pesen lewat internet dan bayarnya lewat ATM.

Kategori: Personal · Teknologi Informasi · Teknologi Informatika
Ditandai: , , , ,

Gates Tinggalkan Microsoft dengan Air Mata

Juli 2, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Tulisan berikut ini, saya ambil dari detikinet.

Betapa orang-orang yang dipandang sukses oleh sebagian besar manusia, ternyata kebanyakan mempunyai nilai-nilai “spiritualitas” yang cukup. Mereka akan bahagia jika dapat membuat orang lain bahagia, seperti mengeluarkan sebagian harta & jiwa raganya untuk amal.

Salam,

Redmond, Washington – Bill Gates tak kuasa membendung air mata saat berpamitan dengan rekan-rekannya di Microsoft. Terhitung tanggal 27 Juni 2008 waktu Amerika Serikat, atau hari ini (28/6) waktu GMT+07:00, adalah hari terakhir Gates bergelut dengan kesibukan di Microsoft, demikian seperti dikutip detikINET dari Xinhua, Sabtu (28/6/2008).

Tentunya setelah sekian tahun berjuang membesarkan perusahaan software yang dirintisnya dengan teman kecilnya, Paul Allen di tahun 1975, ada banyak kenangan manis dan pahit yang mereka alami.

“Tidak ada hari dalam hidupku, dimana aku tidak memikirkan Microsoft, hal-hal besar yang sedang dilakukan dan ingin membantu,” ujar Gates sambil berlinang air mata saat berpamitan di markas besar Microsoft, Redmond, Washington.

Selepas dari Microsoft, Gates akan lebih berkonsentrasi pada Bill & Mellinda Gates Foundation, yayasan amal terbesar di dunia yang dia bangun bersama istrinya di tahun 1994. Pasangan yang diperkirakan memiliki kekayaan sebesar USD 58 miliar-mayoritas adalah saham di Microsoft-, akan menyumbangkan sebagian besar kekayaan tersebut bagi yayasan amal mereka.

Kategori: Keagamaan · Pendidikan · Personal
Ditandai: , , ,