Jebolnya Waduk/Bendungan Situ Gintung Ciputat jum’at(27 Maret 2009) yang lalu bak tsunami kecil, telah menghanyutkan & memporak porandakan ratusan rumah serta menelan 98 jiwa meninggal dan 100 jiwa lainnya masih dinyatakan hilang. Innalillahi wainna ilaihi raji’un…
Banyak yang menilai, kejadian semacam ini seharusnya dapat diantisipasi/dideteksi di awal sehingga bendungan itu tidak sampai jebol, atau jika kejadian jebolpun korban maupun kerugiannya dapat lebih diminimalisir.
Salah satu solusi yang mungkin bisa dijadikan bagian dari solusi integral pengelolaan bendungan untuk membantu meminimalisir terjadinya bahaya itu adalah Sistem Realtime Peringatan Dini Bahaya Jebolnya Bendungan, singkat aja sebagai SiMetani Bendungan hehe…
Idenya adalah di titik-titik tertentu dipasang sensor-sensor yang dapat mendeteksi variabel-variabel bahaya tersebut. Kemudian sensor-sensor tersebut secara otomatis/periodik & realtime akan mengirimkan data-datanya ke komputer pusat/server (komunikasi/pengiriman datanya bisa melalui radio/seluler/lainnya). Komputer pusat akan mengolah & menganalisa data, jika ada sesuatu parameter/nilai yang nilainya melewati ambang & dianggap bahaya, maka komputer pusat secara otomatis akan memberikan peringatan/warning & menyebarkan informasinya ke pejabat-pejabat terkait (ke handphonenya misalnya), instansi-instansi terkait maupun ke posko-posko & masyarakat yang berkepentingan dengan adanya alarm tanda bahaya. Arsitektur umumnya mirip dengan Sistem Pemantau Curah Hujan yang telah ditulis di blog ini juga (http://imamshofi.wordpress.com/2008/11/25/sistem-pemantau-curah-hujan-dengan-memanfaatkan-teknologi-layanan-komunikasi-bergerak/)
Beberapa variabel bahaya yang dapat dipasang sensor itu a.l: curah hujan, ketinggian air, pergeseran/keretakan tanah, dll.
Kita cukup banyak mempunyai bendungan-bendungan yang tersebar di seluruh nusantara, diantaranya dekat dengan pemukiman penduduk. Sudah sewajarnya dikembangkan sistem semacam ini, toh biayanya saya kira tidak terlalu mahal & sangat terjangkau oleh pemerntah. Kita juga sudah cukup banyak memiliki ahli-ahli untuk dapat mengembangkan sistem semacam ini.
2 tanggapan so far ↓
ahmadhaes // Maret 30, 2009 pada 5:32 pm |
Lengkapilah beritanya. Saya menunggu! (Partai Blogrr).
Imam Shofi // Maret 31, 2009 pada 3:18 pm |
Terimakasih atas responsenya ..
Sudah saya lengkapi pak. Setidaknya ide dasarnya hehe..