Sebuah pelajaran dari “Analisa Kebutuhan”

Setelah membantu pelaksanaan UAT,Training, dan presentasi sebuah project kamis yl, baru sempat connect internet lagi sekarang. Dari hasil itu, ternyata baru diketahui beberapa requirement user yang sifatnya major belum tercover di aplikasi. Kok bisa ya? kenapa sadarnya di akhir” fase? itulah realita yang mungkin banyak terjadi di sekitar dunia software engineering masyarakat kita. Barangkali karena user yang kurang/tidak tahu “kebutuhan” mereka sendiri, barangkali juga ketrampilan SA yang kurang/tidak bisa menggali kebutuhan user dengan baik, atau barangkali koordinasi yang terhambat birokrasi, dll dll (banyak faktor). Walaupun sebenarnya tugas tim dibawah saya adalah dari design, implementasi s/d testing+deploy aplikasi, tetapi kami tidak bisa menutup mata dengan kejadian ini karena imbasnya ke kami” juga yang bertugas menyelesaikan di akhir. Sehingga dengan sekuat tenaga, kami harus menyelesaikan secepatnya juga.

Walaupun sifatnya Development lifecycle, tetapi Analisa Kebutuhan (Requirements Analysis) sebaiknya secara general (major) sudah terdefinisi dengan lengkap di fase tersebut. jika bbrp belum terdifinisi itu sifatnya minor. Ini yang benar-benar merupakan “Analisa Kebutuhan”, bukan “Change Request”.  Beda jika itu merupakan”Change Request”.

Salam,

Ims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s