Manajemen Ikhlas & Syukur

Dalam ilmu manajemen kita mengenal baik yang namanya POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling). Dalam pengelolaan apapun, termasuk juga dalam mengelola perusahaan, juga mengelola proyek (Project Management) kita pasti akan mengalamalkan/mengaktualisasikan POAC itu. Dalam pelaksanaanya, akan lebih optimal bila semua itu didasari dengan Ikhlas & Syukur.

Ikhlas adalah ketulusan; yaitu bahwa kita melakukan amal dan kebaikan jenis apa pun selalu diniatkan hanya untuk Allah semata, dengan memurnikan niat tersebut dari segala bentuk harapan dan persembahan kepada selain-Nya. Sedangkan syukur adalah memfungsikan anugerah yang diterima sesuai dengan penganugerahannya.

Ikhlas kalau dalam ilmu manajemen modern, bisa mengandung arti “Totalitas”. Artinya begitu kita telah kontrak/menyanggupi mengerjakan sesuatu, maka kita harus komitmen dalam diri kita bahwa kita harus mengerjakan hal tersebut seoptimal mungkin semua potensi yang ada dalam diri kita digunakan untuk menghasilkan suatu tujuan dari pekerjaan itu semaksimal mungkin juga. Kalau dalam lubuk hati kita telah tertanam jiwa totalitas (tanpa pamrih apapun lagi), hasil yang akan dicapai akan bisa lebih optimal, reward/penghargaanpun sudah pasti akan didapat (tentunya jika kedua belah pihak menerapkan manajemen ikhlas/totalitas ini🙂 ). Setidaknya jika kita menerapkan manajemen ini, reward juga tidak akan kemana-mana. Berhubungan dengan totalitas ini, kita juga mengenal/mendengar “Total Quality Management (TQM)”, “Total Quality Control (TQC)”, dan mungkin ada total-total lainnya.

Sedangkan Syukur sebagaimana telah dijelaskan diatas merupakan bentuk pamanfaatan segala sesuatu yang merupakan kelebihan(anugerah) yang diberikan kepada kita sesuai dengan fungsi/pemanfaatannya. Misalkan seseorang karyawan dipercaya menduduki sebagai manager di sebuah perusahaan, maka dia harus bisa memanfaatkan kedudukan/anugerah tersebut sesuai dengan pemanfaatannya, dsb.

Bagi pekerja/karyawan, jika dia telah dikontrak oleh suatu perusahaan/pengusaha, maka dia harus seoptimal mungkin (totalitas) dalam melaksanakan pekerjaannya, sehingga dia akan dapat menghasilkan sesuatu sesuai atau bahkan lebih dari harapan atasan/pengusaha. Demikian juga sebalikanya, pengusaha juga harus totalitas dalam memberikan penghargaan kepada karyawan-karyawannya.

Ini bisa diterapkan dalam segala aspek kehidupan kita.

2 Comments Add yours

  1. andri mengatakan:

    ajari saya menerima semuanya,, ajari saya menerima kenyataan hidup…..

    ajari saya kekuatan ikhlas….
    call me at 91055110
    or email me @ crimson-gloves@hotmail.com

  2. purwati mengatakan:

    ajari saya untuk selalu ikhlas dalam menghadapi semua ketentuan Allah dan selalu bersyukur atas segala seesuatu yang kita dapatkan dalam hidup…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s