Dokumentasi Perancangan

Menyambung tulisan-tulisan sebelumnya tentang dokumentasi dalam pengembangan perangkat lunak, berikut saya sampaikan contoh dokumentasi perancangan. Contoh yang saya sampaikan dalam dokumen perencanaan, kemudian Analisis Kebutuhan, dan sekarang dilanjutkan dengan dokumen perancangan merupakan contoh untuk satu kasus yaitu ketika saya terlibat dalam proyek pengembangan perangkat lunak ARTISt (Airborne Instrumentation System).

Didalam contoh dokumen perencanaan, telah disampaikan metodologi-metodologi yang digunakan selama pengembangan perangkat lunak ini, yaitu untuk Analisis Kebutuhan menggunakan SA/RT (Structural Analysis for Real Time) dan untuk Perancangan menggunakan metodologi TOOD (Technique Object Oriented Design) –> lebih lanjut mengenai metodologi-metodologi yang digunakan dalam proses pengembangan ARTISt ini, nantinya semoga saya bisa punya kesempatan mengulasnya lebih detail. Jadi ini merupakan contoh proses pengembangan perangkat lunak yang cukup baik untuk dijadikan acuan, sehingga tidak menggunakan “Hajar Bleh Metodology” kalau istilahnya Mas Romi🙂.

Ketika memberi contoh dokumen perencanaan, mungkin saya lupa menjelaskan sedikit kenapa metodologi tersebut yang digunakan. Analisisnya menggunakan structural (tdk object oriented) dengan alasan waktu itu sebagian besar user/klien belum begitu familiar dengan Object Oriented (OO) & lebih banyak memahami dan gampang diajak diskusi (diskusinya cukup nyambung)  jika dengan fungsional/structural yang memang lebih mendekati kehidupan/pekerjaan mereka sehari-hari. Sedangkan perancangannya menggunakan TOOD karena programmer yang akan megimplementasikan sudah pasti cukup faham dengan teknologi/konsep OO. Sebenarnya menurut saya, lebih ke setengah OO & structural/prosedural, dimana sifat bahasa C yang cenderung structural bisa semacam “dipaksakan” menjadi OO. Lebih lanjut tentang pemilihan metodologi untuk pengembangan perangkat lunak yang tepat, semoga nantinya dapat diulas juga, kapan menggunakan structural semacam Data Flow Diagram (DFD) , kapan menggunakan OO semacam use case, sequence diagram, activity diagram, class diagram dll dalam Unified Modelling Language (UML), dll.

Kembali ke dokumentasi perancangan. Yang dijelaskan dalam dokumentasi perancangan ini antara lain :

  • Perancangan Global (Preliminary Design), yaitu perancangan yang menggambarkan sistem secara umum/global, bisa berupa arsitektur umum yang menjelaskan keterhubungan antara komponen-komponen yang membentuk sistem tersebut.
  • Perancangan Terinci (Detail Design), yaitu perancangan yang menjelaskan lebih detail sampai level unit, termasuk algoritma global masing-masing fungsi/method yang digunakan dalam sistem (pseudo code).

Dalam dokumen perancangan ini juga dijelaskan traceability (keterlacakan) dengan dokumen-dokumen sebelumnya. Misalnya di dokumen Analisis Kebutuhan ada requiremen SRS_REQ_11000, itu di dalam dokumen perancangan itu dialokasikan di komponen/unit/modul mana.

Contoh dokumentasi perancangan (Software Design Document) ARTISt dapat didownload disini :  SDD_ARTISt

2 Comments Add yours

  1. cucal habsy mengatakan:

    contoh dokumentasi perancangannya bagus tapi kurang bisa membantu karen disajikan dalam bentuk bahasa inggris, kalau ada format bahasa indonesianya tolong dikirimkan ke e-mail saya ical_channel@yahoo.com thanks before ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s