Merencanakan Finansial

Alhamdulillah, ada untungnya juga ketika sekitar 2minggu yl aku diajak seorang saudara untuk mencoba ikut mendengarkan “presentasi” & kalau perlu ikut bergabung dalam bisnisnya. “Ok deh, saya coba ikut dulu. Toh saat-saat ini saya banyak waktu luang. Asal sesuatu itu dapat memberi manfa’at, Ok aja”, pikirku waktu itu. Ternyata presentasi/bisnisnya tentang merencakan keuangan. Setidaknya membuka wawasan tentang perencanaan finansial.

Dalam sebuah khutbah jum’at, dijelaskan mengenai cuplikan ayat “Jagalah dirimu dan keluargamu dari neraka” (QS AtTahriim ayat 6):

At Tahriim 6

Dijelaskan bahwa untuk menjaga diri kita dan keluarga kita dari neraka, ada 3 hak yang harus kita tunaikan:

  1. Hak intelektual (huquq fiqriyah), yaitu kita harus menjamin hak atas pengetahuan/pendidikan istri & anak-anak kita. Sehingga dari pengetahuan itu, mereka dapat membadakan mana yang benar (haq) dan mana yang bathil.
  2. Hak rohani (huquq ruhiyah), yaitu kita harus menjamin hak-hak rohani/spiritual mereka. Bukan sekedar knowledge/pengetahuan tentang Allah dsb, tetapi lebih dari itu ke pengertian/hakekatnya. Misalnya terjadi musibah, kita benar-benar sadar & tulus dari jiwa bahwa semua berasal dari Allah & akan kembali kepadaNya.
  3. Hak material, yaitu kita harus menjamin kebutuhan-kebutuhan material diri kita maupun keluarga kita.

Merencakan finansial/keuangan untuk diri kita maupun keluarga kita, sepertinya menjadi hal yang baik (katakan “ibadah”) bagi kita. Dukungan dari ayat-ayat Alqur’an maupun Hadits tentang pentingnya perencaan inipun sepertinya ada, misalnya: “Innamal A’maalu bin niat (sesungguhnya amal itu bergantung kepada niat)”, juga cuplikan QS Al Hasyr ayat 18 berikut:

Al Hasyr 18

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”

Merencanakan keuangan, bisa saja untuk pendidikan anak, cadangan buat kesehatan anak, masa depan ketika memasuki usia pensiun, perjalanan ibadah (haji/umrah misalnya), mendirikan yayasan, dll.dll. banyak sekali hal yang bisa kita rencakan dengan finansial/keuangan kita, tentunya dengan niat/rencana ibadah. Merencakan finansial itu dengan kita menyisihkan sebagian penghasilan kita untuk masa depan yang kita rencanakan tersebut. Misal kita merencanakan/niat dalam 10th kedepan bisa berangkat haji bersama keluarga (istri + 2 orang anak misalnya). Untuk itu kita mengkalkulasi biaya haji untuk 4 org brp? kemudian kita musti menyisihkan/menabung berapa tiap bulannya agar rencana kita tsb dapat terwujud, dll.

“Niat”/merencanakan saja sudah dicatat Allah sebagai suatu kebaikan, apalagi ditambah dengan menjalankan niat tersebut dengan menabung tiap bulan, tiap bulan kita akan mendapat catatan kebaikan dari Allah. Apalagi nantinya benar-benar terwujud ibadah yang kita cita-citakan/rencanakan itu. Masyaa Allah, bisa jadi ladang kebaikan kita untuk satu hal tsb.

Bicara soal menabung:

  1. Biasanya orang menabung di Bank,
  2. Ada sebagian orang ikut program “Menabung+Asuransi”, dan
  3. Sekarang-sekarang ada (yang saya ikut presentasi/diajak saudara itu) “Tabungan+Proteksi” yang agak berbeda dengan bentuk ke-2 diatas.

Dari ketiga model tersebut, menurut saya yang “cukup menguntungkan” adalah yang model ke-3.

Dari tulisan ini, saya sekedar menyarankan agar kita merencanakan finansial kita, terserah bentuk/modelnya seperti apa. Tapi kalau ada yang mempercayakan ke saya untuk merencanakan finansialnya, boleh juga🙂 free, kebetulan mulai minggu ini saya menjadi agen perusahaan dimana saudara saja mengajak itu🙂. Boleh menghubungi saya, hahaha…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s