Rangkap Jabatan and/or Rangkap Pekerjaan

Akhir-akhir ini sering mendengar orang-orang, waki rakyat, pemerhati, dll yang menyoroti tentang rangkap jabatan terutama di Pemerintah. Bagaimana sebaiknya ya?
Sudah tidak asing lagi bahwa sebagian besar pejabat-pejabat yang punya kedudukan “tinggi” di negeri ini (yg sudah tentu penghasilannya juga tinggi), banyak sekali mempunyai jabatan rangkap di luar tentunya dengan penghasilan yang tinggi pula. Banyak diantaranya menjadi direktur/komisaris di perusahaan-perusahaan besar di negeri ini juga. Banyak juga jabatan rangkap tersebut di instansi pemerintah juga (seorang pejabat di instansi pemerintah ttt, menjabat di instansi pemerintah yang lain juga). Apakah mereka kira-kira masih kekurangan penghasilan? sebagian besar kita mungkin menjawab tidak.
Banyak juga, sebagian pegawai (baca PNS) tingkatan (penghasilan) rendah katakanlah (mungkin) golongan I,II,III yang merangkap pekerjaan tingkatan “rendah” juga. Banyak terdengar, seorang pegawai negeri A, untuk bisa menghidupi keluarganya, juga merangkap sebagai tukang ojek, tukang becak, punya usaha dagang kecil-kecilan, petani, dll. dll. Kalau yang seperti ini bagaimana??
Saya termasuk yang menyetujui rangkap pekerjaan sebatas pekerjaan utama yang dibiayai oleh rakyat tidak terganggu!
Salam,

One Comment Add yours

  1. Bayu Waspodo mengatakan:

    Biarin aja pak… sing penting ora… (opo yo?…)… lha iku lah…🙂

    wassalaam,
    dari teman sesama cpns

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s