Hobi kok ngajar?

hehe.. tiba-tiba komentar itu sering muncul dari temen saya. Mungkin karena disetiap kesempatan bertemu beliau, seringkali saya akan berangkat mengajar atau juga selesai mengajar. Ini karena, begitu saya bergabung untuk menjadi salah satu dosen di sebuah Universitas, di semester ini saya kebagian banyak mengajar yaitu di 9 kelas (23 sks), wow…. Ini belum kegiatan mengajar saya di universitas lain di kelas malam yang lebih dari 5 kelas juga..

Dalam suatu kesempatan ketika kami para calon dosen dari berbagai Prodi dikumpulkan oleh pihak fakultas, masing-masing ditanya oleh seorang pejabat fakultas tentang tugas yang diberikan Prodi masing-masing termasuk tugas mengajar. Rata-rata mereka mengajar kurang dari 8 sks, sementara saya bisa 23 sks, hehe..

Salah satu hal yang mungkin kenapa saya diminta mengajar cukup banyak kelas adalah “kurang proporsional”nya jumlah tenaga pengajar di Prodi dimana saya ditempatkan. Karena jumlah mahasiswa di Prodi ini sangat banyak sementara jumlah tenaga pengajar masih kurang dari cukup. Bila dibandingkan dengan Prodi lain (dalam satu fakultas), secara proporsional akan sangat timpang perbandingan jumlah dosen dengan mahasiswa. Hemat saya, ini perlu perhatian dari para pejabat baik tingkat fakultas maupun universitas tentang proporsionalitas ini. Keadilan tidak harus sama, tetapi “proporsional”.

Sebagai seorang dosen (junior),  saya sendiri sangat enjoy dalam mengerjakan begitu banyak tugas mengajar. Kan salah satu kenapa saya keluar dari perusahaan dimana penghasilan yang jauh lebih besar dibanding sebagai dosen, adalah karena saya pengen mengabdi/membantu/membagi ilmu untuk kemajuan bersama…, je ileh..orang bilang sok idealis nih..

Memang salah satu tugas utama saya adalah mengajar (pendidikan) disamping penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Sebagai seorang tenaga pengajar, bukankah seharusnya mengajar itu dijadikan sebagai hobi? atau setidaknya tidak merasa tertekan dengan tugas mengajar? Dan menurut saya, tugas yang paling utama adalah mengajar.

Saya kurang mengetahui persis, kenapa kum (poin) mengajar seorang dosen itu sangat kecil dibanding dengan kegiatan lain. Juga “katanya” kum yang diakui mengajar dalam 1 semester adalah 12sks. Bahkan untuk dosen baru seperti saya ini, ternyata surat tugasnya maksimal mengajar 2 kelas. hmm.. bagaimana baiknya lah..

Tapi komentar temen saya tadi ada benarnya, karena kalau terlalu banyak mengajar, kegitan-kegiatan lain seperti penelitian bisa jadi terbengkalai.

Salam,

sebagai bahan renungan saja.

2 Comments Add yours

  1. Dendy mengatakan:

    Bapak Imam yang terhormat, saya adalah salah seorang anak didik bapak di Universitas Pamulang kelas 1F. kesan saya ketika pertama bertatap muka di kelas, Bapak ini adalah sosok yang menginspirasi kami dengan pengalaman professional Bapak yang cukup panjang sebagai praktisi di bidang IT. Meskipun bapak sempat bilang bahwa bapak belum terlalu banyak pengalaman mengajar tapi kami sangat berharap kami akan dapat materi dan Inspirasi yang lebih banyak lagi dari pengalaman2 yang sudah Bapak dapatkan selama ini. Mohon bimbingannya.

  2. Imam Shofi mengatakan:

    Dendy yth.,
    Terimakasih atas kunjungan & kesan pertamanya.
    Sebagaimana yang saya sampaikan, bahwa walaupun saya “pernah” pengalaman sebagai “praktisi IT”, tetapi krn perkembangan TIK yang seperti exponensial, juga pengalaman terakhir saya yang lebih banyak di “manajerial”, akan memungkinkan sekali rekan-rekan mahasiswa akan lebih banyak tahu daripada dosennya🙂. Oleh karena itu, saya akan senang jika kita (antara dosen & mhs) lebih banyak diskusi & sharing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s