Kedatangan Tamu Istimewa

Jum’at, 21 Nopember 2008 (pas hari ulang tahun istriku nih…) ba’da subuh sekira pukul 05:00 didalam tidurku (setengah sadar) aku mendengar getaran handphoneku berbunyi, entah yang keberapa kali akhirnya aku tersadar, setelah aku lihat ternyata ada yang menelpon. Setelah aku angkat, terdengar suara “Assalamu’alaikum.., Imam ya? Ini pak Kyai…”. Spontanitas aku langsung terperanjat. Sebagaimana yang pernah aku tulis di blog ini, bahwa aku pernah menuntut ilmu di pondok pesantren Manba’ul A’laa Purwodadi-Grobogan kurang lebih 2tahun. Telpon tersebut seolah-olah mengingatkan aku karena sudah berminggu-minggu ini saya jarang sekali ke masjid untuk sholat jama’ah sebagaimana hari-hari sebelumnya terutama jama’ah sholat subuh. Memang semenjak saya dapat tugas mengajar yang “over load” (senin-jum’at jam 07:30-22:00, sabtu juga seharian ngajar), mungkin karena kecapekan, maka saya jarang sekali bangun menjelang subuh. Sering kali saya sholat subuh jam05:00 lewat. Astaghfirullahal adziim. Ini bisa jadi pelajaran agar nantinya (semester depan) jam mengajar tersebut dapat dikurangi. Alhamdulillah juga, mulai minggu ini, beberapa kelas yang aku handle, ada/dapat penggantinya juga. Semoga Allah menjagaku sehingga hati ini tidak berlarut-larut dalam “melupakan”-Nya.

Setelah bercakap-cakap sekedar melepas kerinduan antara Kyai dan santri, pak Kyai menceritakan bahwa Sabtu (22 Nopember 2008) beliau ada acara di Jakarta dan jika memungkinkan akan mampir ke rumah. Subhanallah…, perasaan ini campur aduk antara haru, bahagia, dll. Seorang Kyai pengasuh pondok pesantren yang cukup disegani di Kabupaten berkenan mampir ke rumah santrinya. Jadi ingat betapa tulus dan ikhlasnya pak Kyai ini mendidik santri-santrinya.

Ketika kemarin saya membaca email seorang teman dari suatu milist yang isinya tulisan dengan judul “Guru Fisika yang Insprirasional” dimana diceritakan bahwa guru tersebut:

  • selalu sudah ada di kelas sepuluh menit sebelum jam kuliah dimulai
  • selalu tampil necis:busananya, kebersihannya, dan istimewa tulisannya. Dia membersihkan sendiri papan tulis
  • pekerja cepat, hari ini ujian, besok jawaban soal-soalnya sudah tertempel di papan pengumuman.
  • hafal semua mahasiswa yang diajarnya. Pada setiap kuliah ia mampu memanggil nama mahasiswa secar acak untuk diajak berinteraksi
  • Ia bukan tipe dosen yang berbahagia melihat mahasiswa pusing tujuh keliling, lalu takut pada dosennya. Sedikitpun tak ada perangai galak padanya apalagi killer.

Setelah membaca tulisan itu, saya merasa bahwa sosok tersebut benar-benar seorang guru/dosen yang ideal. Saya sendiri merasa akan sangat susah sekali mencapai guru/dosen ideal seperti itu. Tetapi ketika ingat pak Kyai ini, subhanallah..saya merasa pak Kyai ini jauh melebihi dari ciri-ciri yang disebutkan itu. Jangankan ratusan/ribuan santri yang saat ini sedang belajar, dari ribuan santri yang pernah menuntut ilmu di ponpesnyapun, hampir semua beliau mengenalinya. Tiap hari menjelang subuh, beliau yang awal-awal membangunkan para santrinya dengan didatanginya kamar ponpes satu per satu, selalu memberi nasehat-nasehat bijak sesuai dengan kebutuhan santri masing-masing, selalu menjaga hubungan batin antara kyai dan santrinya, dll. dll. Setiap santri akan merasa diistimewakan oleh beliau.

Alhamdulillah pada sabtu itu, pak Kyai berkenan menginap di rumah walaupun beberapa jam, tapi kami sangat berkesan & mohon ma’af jika penyambutan kami kurang berkenan. Kami selalu rindu didikan-didikan dan nasehat-nasehatmu pak Kyai. Semoga Allah selalu merahmati engkau.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s