Goal Oriented Requirements Engineering (GORE)

Meskipun terdapat beberapa metodologi dan pendekatan dalam Information System Development Life Cycle (SDLC), secara umum mempunyai tahap-tahap pengembangan[3]: studi kelayakan, investigasi, analisis, desain, implementasi, serta review&maintenance. Analisis merupakan tahapan yang utamanya menitikberatkan pada penentuan/penemuan kebutuhan (requirements) user. Ukuran keberhasilan suatu sistem software adalah  ditentukan seberapa besar sistem software itu memenuhi/sesuai dengan tujuannya[5], yang tentu saja akan diperoleh ketika tahap analisis sistem tersebut. Oleh karena itu dalam dekade terakhir ini, muncullah disiplin baru yang dikenal dengan Requirements Engineering (RE) yang mengcover kegiatan dalam tahap analisis sistem.

RE adalah proses untuk menemukan tujuan (purpose) dari sistem software dengan mengidentifikasi stakeholder dan kebutuhan-kebutuhannya dan dengan mendokumentasikannya dalam bentuk yang dapat diterima dalam analisis, komunikasi, dan implementasi berikutnya[4]. Dalam RE, orientasi Goal dan Agent(Actor), diketahui sebagai pendekatan yang lebih menjanjikan dibanding pendekatan barbasis fungsional maupun pendekatan tradisional lainnya[1]. GORE merupakan pendekatan didalam RE berientasi Goal dan Actor yang akhir-akhir ini berkembang cukup pesat. Salah satu alasan kemunculan GORE ini adalah dirasakannya kekurangcukupan dalam pendekatan analisis tradisional ketika berkenaan dengan sistem software yang lebih kompleks[5] dan agar dapat lebih difahami oleh stakeholder. Kebanyakan pendekatan tradisional, lebih menekankan pemodelan requirement dalam bentuk low-level pada data, operasi, dan lainnya yang lebih banyak difahami oleh programmer & developer internal lainnya, sedangkan stakeholeder/user/customer cenderung kurang peduli dengan pemodelan seperti itu. Sementara Goal model (GORE) juga dilengkapi pada sisi high-levelnya[5].

Beberapa metode/teknik yang telah dikembangkan dalam GORE, a.l[6]: Deriving Tabular Event-Based Specifications from goal oriented requirement model (DTEBS), GBRAM(Goal-Based Requirements Analysis Method[5]), AGORA(Attributed Goal-Oriented Requirements Analysis Method[9]), Visual Variability Analysis for goal models (VVA), Goal-Oriented Idea Generation Method (GOIG), Deriving Operational Software Specifications (DOSS), Agent-Based Tactics for goal-oriented requirements elaboration (A-BT), and goaloriented requirement elicitation based on General System Thinking Heuristics (GSTH). Selain itu ada juga[5]: Non-Functional Requirements Framework (NFR Framework), i*/Tropos, Knowledge Acquisition in autOmated Specification atau Keep All Objects Satisfied (KAOS), maupun Goals-Skills-Preferences Framework (GSP Framework)[10]. Dari beberapa metode/teknik tersebut, ada yang masuk kategori berbasis Agent/Actor (Agent-based), ada juga yang masuk kategori berbasis Goal (Goal-based).

Dari beberapa metode/teknik tersebut, ada yang telah dikelompokan berdasarkan RE coveragenya[6], walaupun tidak semua metode/teknik tersebut tercover. Lihat Gambar 1:

GORE Methods Coverage

Referensi:

[1]   Donzelli, P., Bresciani, P., “Goal Oriented requirements Engineering: a case Study in eGovernment”, proceedings of the 15th Conference on Advanced Information Systems Engineering (CAISE’03), Klagenfurt, Austria, 16-20 June, 2003

[2]   B. Hui, S. Liaskos, J. Mylopoulos. Requirements Analysis for Customizable Software: A Goals-Skills-Preferences Framework. Proc. International Conference on Requirements Engineering (RE’03), Monterey, USA, September 2003

[3]   Avison, D., Fitzgerald, G., “Information System Development methodologies, techniques & tools 4th ed.”, McGrawHill, 2006.

[4]   B. Nuseibeh, S. Easterbrook. Requirements Engineering: A Roadmap. Proc. Conference on the Future of Software Engineering.Limerick, Ireland, June 2000

[5]   Lapouchnian, A., “Goal-Oriented Requirements Engineering: An Overview of the Current Research”, Department of Computer Science University Of Toronto, 2005

[6]   Anwer, S., Ikram, N., “Goal Oriented Requirement Engineering: A Critical Study of Techniques”, XIII ASIA PACIFIC SOFTWARE ENGINEERING CONFERENCE (APSEC’06), 2006.

[7]   Singh, Y., Gosain, A., Kumar, M., ”Evaluation of Agent Oriented Requirements Engineering Frameworks”, International Conference on Computer Science and Software Engineering, 2008

[8]   Sarantis, D., Charalabidis, Y., Askounis, D., “A Goal Oriented and Knowledge Based e-Government Project Management Platform”, Proceedings of the 43rd Hawaii International Conference on System Sciences, 2010.

[9]   Haruhiko Kaiya, Hisayuki Horai, Motoshi Saeki, “AGORA: Attributed Goal-Oriented Requirements Analysis Method”. Proceedings of the IEEE Joint International Conference on Requirements Engineering (RE’02), University of Essen, Germany, 2002.

[10]         Hui, B., Liaskos, S.m Mylopoulos, J., “Requirements Analysis for Customizable Software: A Goals-Skills-Preferences Framework”. Proc. International Conference on Requirements Engineering (RE’03), Monterey, USA, September 2003

2 Comments Add yours

  1. cahyadi mengatakan:

    Ass,,

    Pak imam, GORE ini apakah sudah bisa disebut sebagai sebuah methodologi seperti Agile maupun extreme programming(XP)??

    Cakupannnya, untuk tahapan Elicitation itu apa pak??

    Wass,…
    Thx ‘n regards,..

  2. Retno Ayu W mengatakan:

    Numpang baca dulu pak…. sukses pak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s