Oleh-oleh dari Pontren di puncak pegunungan Palu

Cerita ini sebenarnya pernah saya tulis di Facebook saya pada tgl. 26 November 2010 (https://www.facebook.com/notes/imam-m-shofi/oleh-oleh-dari-pontren-di-puncak-pegunungan-palu/473437028604). Tetapi karena tadi secara tidak sengaja melihat video youtube yang mengulas pondok pesantren ini (https://www.youtube.com/watch?v=wGt7jd-JHQw) & menurut saya cerita ini dapat menginspirasi, maka coba saya muat di blog ini juga. Sekaligus, rekan2 yang dulu penasaran, dapat melihat gambar pontren tsb lewat video tsb & dapat dilihat juga di http://alkhairaat.sch.id/2015/03/13/pondok-pesantren-raudhatul-mustafa-lil-khairaat-resmikan-gedung-baru/ .

Berikut cerita yg saya tulis di catatan FB saya dulu, sengaja saya copas persis tanpa saya edit lagi:

=============================

Kebetulan tgl25-27 Nov ini, saya dapat tugas dinas ke Palu bersama rekan dari Kemenag, Bpk. Muharam Marzuki, PhD (Kasubdit Pendidikan Salafiyah). Disela-sela kunjungan ke Kanwil, Kemenag Kota, Kantor Walikota, sekolah, tokoh masyarakat, dll. secara tidak sengaja direncanakan, karena tertarik cerita rekan dari kanwil&kemenag kota, kami menyempatkan diri berkunjung ke pondok pesantren salafi tahfidz qur’an di daerah pegunungan (hampir ‘puncak’) palu dengan pemandangan pantai dan kota Palu yang sangat indah kami lihat dari situ. Dari sinilah saya mendapatkan oleh-oleh yang sangat berharga.
Pontren tersebut bernama “RAUDLATUL MUSTHAFA LIL KHAIRAAT” diasuh oleh Habib Idrus Ali Al-habsyi yang lulusan timur tengah dibantu oleh beberapa ustadz lulusan timur tengah juga. Yang menarik lagi ada satu ustadz berkebangsaan kanada ada keturunan perancis juga yang ahli Teknologi Informasi lulusan S2 di kanada bernama Ust.David. Sayang, saya tidak membawa kamera(krn rusak :)), tapi untungnya rekan saya bawa handphone yang ada kameranya walau dg resolusi ‘kecil’, semoga nantinya foto dapat dikirim🙂. Nah, oleh-oleh yang akan saya ceritakan ini berdasarkan pengalaman (cerita) dari Habib Idrus & Ust. David tsb.
Dari Habib Idrus, kami dapat cerita bagaimana awalnya beliau mendirikan Pontren tersebut. Ternyata bangunan Pontren tsb awalnya adalah suatu kompleks ‘maksiat’ dengan luas sekitar 1ha yang terdiri-dari 6 cottage, bar, discotique, dll., dg kata lain, merupakan fasilitas yang sangat lengkap untuk ‘wisata’ maksiat. Sekira tahun 2006, setelah Habib Idrus lulus dari timur tengah, beliau ingin mendirikan pontren salafi tahfidz qur’an walau tanpa ‘modal’ harta ‘sama sekali’. Oleh saudaranya, beliau diajak&ditunjukan kesuatu daerah (tanah kosong) hampir puncak pegunungan. Dari situ, mata Habib Idrus justru tertuju/tertarik pemandangan lain yang terlihat dari situ yang telah berdiri bangunan-bangunan. Kepada saudaranya, beliau menyatakan ketertarikannya untuk meng’garap’ (dijadikan) pontren. Saudaranya memberitahu kalau tanah&bangunan-bangunan tersebut adalah bekas tempat maksiat & ‘ragu’ apakah yang punya mengijinkan. Kepada saudaranya, Habib Idrus minta diantar untuk menemui pemiliknya & memintanya untuk dijadikan pesantren. “Ayo bismillah kita temui pemiliknya” katanya. Subhanallah, secara tidak disangka-sangka, sang pemilik yang ditemui itu malah justru mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Habib & mewakafkan semua tanah & bangunannya seluas sktr 1ha itu, karena ingin menghapus dosa-dosa yang pernah dilakukannya dg adanya/fungsi tanah+bangunan tsb sebelumnya. Dengan berbekal bekas-bekas/sisa-sisa material(kayu, kaca, dll) dari lembaga Al-khairaat, Habib Idrus memperbaiki bangunan-bangunan tersebut sehingga ‘layak’ ditempati untuk dijadikan Pontren. Cottage-cottage dijadikan tempat tinggal para ustadz maupun tempat belajar santri, diskotik disulap menjadi mushalla, dll. Sisa-sisa (bentuk) diskotik, meja bartender, dll, masih terlihat disana. Alhamdulillah saat ini, dengan bantuan dari masyarakat, Pontren telah berhasil membebaskan tanah 7ha lagi + tambahan bangunan-bangunan. Sebagian besar santri yang belajar disini diambil dari anak-anak yang berprestasi tp kurang ‘mampu’ secara finansial. Disini bebas biaya alias gratis, tidak dipungut biaya apapun. Anehnya/Alhamdulillahnya sang Habib tetap bisa menghidupi/menggaji 4 ustadz & operasionalnya pontren.
Oleh-oleh berikutnya adalah dari Ust.David, seorang muallaf dari kanada yang sambil belajar/berguru ke Habib Idrus juga menjadi ustadz/mengajar Teknologi Informasi(TI) & bhs inggris kepada santri. Anaknya yang berumur sktr 8th juga sekaligus menjadi santri disitu & telah hafal 8juz. Ketika kami diantar Habib ke ‘cottage’nya, beliau sedang mengsetup komputer+jaringan disana, beliau sangat mensupport pontren ini dari sisi TInya. Oleh-oleh dari beliau yang saya maksud bukan tentang ‘pengabdian’ beliau di pontren, tetapi tentang pengalaman beliau mendapat hidayah ‘keyakinan’ Islam.Sebenarnya beliau telah masuk ‘islam’ ketika menikahi gadis asal Palu sekira th 1998, tetapi sebenarnya (menurut cerita beliau) belum yakin (islam formalitas saja) sampai suatu ketika di th 2005, beliau yang tinggal di suatu desa di kanada yang tidak ada seorangpun muslim disana, jarak masjidpun sangat jauh sekali (sktr 600Km). sehari sebelumnya beliau masih minum wine, dll, tetapi di hari itu (tepatnya pas idul adha), seolah-olah ada yang mendorongnya & memintanya sujud sambil menyeru takbir..padahal waktu itu belaiu jg tdk tahu takbir itu apa, dll..ketika sujud itu, beliau serasa kesetrum (listrik) dengan tegangan yang sangat kuat, makanya beliau minta istrinya untuk mematikan listrik dirumahnya. Sejak saat itu, beliau langsung berubah total 180 derajat menjadi benar-benar yakin islam. Keesokan/bbrp hari berikutnya ternyata penduduk disekitar desanya bercerita kalau waktu itu melihat cahaya yang sangat terang & kalau dilihat dari deskripsi orang-orang tsb, cahaya itu adalah posisinya di rumahnya. Anehnya lagi tagihan bulanan listrik yang biasanya 25 dolar, di bulan berikutnya (yang ada kejadian itu), tagihan listrik melonjak tajam menjadi 2.500 dolar yang orang ‘PLN’ sanapun heran digunakan untuk apa? ketika dicek di meteran listrik, memang menunjukan nilai yang benar.
Demikian oleh-oleh, semoga bermanfa’at & dapat diambil hikmahnya.

===========

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s